Kamis, 18 Juli 2024

Proyek Perbaikan Selesai di Desember 2023, Irigasi Siborna di Simalungun Belum Berfungsi

Redaksi - Senin, 03 Juni 2024 11:59 WIB
267 view
Proyek Perbaikan Selesai di Desember 2023, Irigasi Siborna di Simalungun Belum Berfungsi
(Foto SIB/Revado Marpaung)
Kondisi Irigasi Siborna yang mengairi 420 hektar lahan persawahan dinilai sama sekali belum berfungsi karena sampai kini petani belum bisa kembali bertanam padi sawah, Sabtu (1/6).
Siborna (SIB)
Setelah proyek perbaikan selesai dikerjakan, irigasi yang mengairi 420 hektar lahan persawahan di Nagori Siborna, Naulibaru dan Nagori Bahliran di Kecamatan Panei Kabupaten Simalungun belum juga berfungsi. Perbaikan irigasi tersebut sama sekali tidak dirasakan masyarakat dampaknya.


Hal itu diutarakan warga Nagori Siborna, Bernad Vernandus Simanjuntak kepada wartawan SIB, Sabtu (1/6). Menurutnya, saat ini masyarakat di tiga nagori sudah sangat resah karena lahan pertanian belum juga bisa mendapat suplai air untuk bertanam padi.


"Kalau yang kita tahu, harusnya setelah ada perbaikan irigasi, tentu membuat masyarakat khususnya petani semakin semangat untuk bertanam padi. Namun yang terjadi di Nagori Siborna malah sebaliknya, padahal irigasi sudah selesai diperbaiki sejak bulan Desember 2023 silam," kata Bernad yang mengaku sebagai Ketua LSM Pakar Simalungun.

Baca Juga:

Diceritakannya, ada beberapa titik saluran irigasi yang harus dibongkar kembali karena setiap kali hujan turun, gorong-gorong tersumbat dan posisi pipa PDAM juga membuat sampah tersumbat. Akibatnya air menjadi meluap hingga ke badan jalan raya.


Kemudian, dampak dari galian tanah pada saat normalisasi, jalan menjadi tertimbun dan tidak bisa dilewati kendaraan roda empat. Bahkan kondisi jalan juga sudah ditumbuhi semak belukar dan seakan tidak terawat.

Baca Juga:

Selain itu, perbaikan daerah irigasi ini juga seperti main-main, karena sampai sekarang pintu air belum juga dipasang oleh rekanan. Sehingga untuk mengatur debit air menjadi tidak bisa. Bahkan setelah selesai diperbaiki, irigasi ini sama sekali tidak difungsikan (ujicoba).


Hal ini sangat berdampak kepada masyarakat di tiga nagori khususnya petani yang mencukupi kebutuhannya dari padi sawah. "Kalau irigasi belum juga difungsikan, kami khawatir masyarakat di tiga nagori tidak akan bisa menanam padi sawah. Meskipun nantinya akan berlawanan dengan program pemerintah dalam memenuhi swasembada beras di Kabupaten Simalungun," keluhnya.


Apalagi kata Bernad, proyek irigasi tersebut sesuai tanggal penyerahan pertama pekerjaan selesai PHO (Provisional Hand Over) di Desember 2023 dan masa pemeliharaan sampai 6 bulan dari masa penyerahan pertama setelah selesai PHO.


Oleh karena itu, Bernad berharap agar dinas terkait bisa secepatnya menindaklanjuti keluhan masyarakat banyak. Mulai dari pembuatan pintu air, pembongkaran gorong-gorong, pemindahan pipa PDAM serta membersihkan timbunan material galian yang menutupi jalan produksi agar ditindaklanjuti, ungkapnya.(**)

SHARE:
Tags
beritaTerkait
Rehabilitasi Daerah Irigasi Siborna Berbiaya Rp 2, 6 M Dikerjakan
Daerah Irigasi Siborna Longsor, Ratusan Hektare Lahan Pertanian Terancam Alih Fungsi
Progres Proyek Perbaikan Jalan 450 Km Sumut Tahap Perataan Jalan, Drainase hingga Pengerasan
FPG DPRD SU Berharap Proyek Infrastruktur Jalan Rp 2,7 T Dipercepat Pelaksanaannya
Bupati Dairi Pasang Patok Proyek Perbaikan Jalan Simpang Laupaske-Pasir Tengah
6 Kontraktor Berpeluang Menangkan Tender Proyek Perbaikan Jalan Liang Melas di Karo
komentar
beritaTerbaru