Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Sabtu, 21 Februari 2026

Dua Nelayan Pencari Gurita Tenggelam di Perairan Labuhanbatu Ditemukan Tewas

Efran Simanjuntak - Kamis, 08 Agustus 2024 17:48 WIB
710 view
Dua Nelayan Pencari Gurita Tenggelam di Perairan Labuhanbatu Ditemukan Tewas
Foto: Dok/Humas
Pihak Satpolairud bersama BPBD dan warga mengevakuasi jasad nelayan yang tenggelam di perairan Labuhanbatu, Rabu (7/8/3024) sore.
Labuhanbatu (harianSIB.com)
Tim Satuan Polisi Perairan dan Udara (Satpolairud) Polres Labuhanbatu bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan masyarakat menemukan 2 jasad nelayan pencari gurita yang tenggelam di perairan Tanjung Bangsi, Desa Wonosari, Kecamatan Panai Hilir, Kabupaten Labuhanbatu. Keduanya ditemukan tidak bernyawa, setelah dilakukan pencarian selama 2 hari.

Tim gabungan tersebut kemudian mengevakuasi jasad Budiman (36) dan Rojab (19), warga Dusun II, Desa Seibaru, Kecamatan Panai Hilir, Kabupaten Labuhanbatu, ke Puskesmas Seiberombang untuk divisum.

"Kedua korban ditemukan dalam keadaan meninggal dunia pada Rabu 7 Agustus 2024 sore," kata Kasi Humas Polres Labuhanbatu, AKP Syafrudin Amir kepada wartawan, Kamis (8/8/2024).

Dia menjelaskan, menurut keterangan saksi, Zainul (30) pada Selasa 6 Agustus 2024, sekitar pukul 14.00 WIB, menerima panggilan radio dari Nadon (34), yang melaporkan melihat sosok mayat melintas di samping kapalnya. Setelah melihat mayat tersebut, Zainul dan Nadon segera memberi tanda bendera biru dan membuat video, kemudian mereka kembali ke Seiberombang untuk melaporkan kejadian tersebut ke Satpolairud.

Menerima informasi tersebut, Kasat Polairud AKP Kasdi SH, memerintahkan Komandan Kapal KP II 2030, Aipda Hamid Pranega, melakukan pencarian dan evakuasi.

Keesokan harinya, Rabu 7 Agustus 2024, sekitar pukul 10.55 WIB, Tim menemukan jasad nelayan, Rojab, pada titik koordinat 02°-49′-898" U 100°-11′-425" T di perairan Tanjung Bangsi Tengah.

"Jasad korban Rojab dievakuasi ke darat untuk dilakukan pemeriksaan luar (visum et repertum) dan kemudian diserahkan kepada keluarganya," sebut Syafrudin.



Setelah itu, tambahnya, pencarian dilanjutkan untuk menemukan korban kedua, Budiman. Sekitar pukul 16.00 WIB, Budiman ditemukan dalam keadaan meninggal dunia di perairan Seitukang Tengah, Seiberombang, Kecamatan Panai Hilir, pada titik koordinat 02°-47′-822" U 100°-16′-942" T.

"Jasad korban kemudian dibawa ke darat menggunakan kapal Satpolairud untuk dilakukan visum dan selanjutnya diserahkan kepada keluarga," sebutnya.

Ia menjelaskan kronologis tenggelamnya kapal kedua nelayan tersebut. Kedua korban berangkat melaut pada Senin 5 Agustus 2024, sekitar pukul 05.00 WIB, menggunakan boat bermesin dompeng untuk mencari ikan gurita (cincan). Saat berada di tengah perairan, kapal kedua korban dihantam badai. Kedua nelayan tenggelam.

"Hasil pemeriksaan di Puskesmas Seiberombang oleh dokter Hanafiah, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. Kesimpulan dokter, kedua korban meninggal akibat tenggelam," sebutnya.

Ia berharap kejadian ini menjadi pembelajaran bagi seluruh masyarakat nelayan untuk selalu berhati-hati dan waspada terhadap kondisi cuaca saat melaut. "Keselamatan harus menjadi prioritas utama," ujarnya. (**)

Editor
: Bantors Sihombing
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru