Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Selasa, 10 Februari 2026

Gelar Suling, Forkopimda Agara Minta Masyarakat Ciptakan Pilkada Damai

Armentoni Munthe - Rabu, 09 Oktober 2024 19:18 WIB
574 view
Gelar Suling, Forkopimda Agara Minta Masyarakat Ciptakan Pilkada Damai
Foto: SNN/Armentoni Munthe
Abi Hasan menyampaikan arahannya pada acara Suling Forkopimda di Masjid Jami' Al- Ikhlas, Desa Sebudi Jaya, Kecamatan Bukit Tusam, Rabu (9/10/2024).
Kutacane(harianSIB.com)
Forkopimda Aceh Tenggara (Agara) melaksanakan kegiatan Subuh Keliling (Suling) di Masjid Jami' Al-Ikhlas, Desa Sebudi Jaya, Kecamatan Bukit Tusam, Rabu (9/10/2024).

Dalam kegiatan itu, Abi Hasan, anggota DPRK Aceh Tenggara dari PKS mewakili Ketua DPRK, menyampaikan, pilkada akan berlangsung dalam 50 hari ke depan.

"Kita akan memilih pemimpin untuk lima tahun ke depan. Jangan sampai salah memilih karena godaan uang yang tidak seberapa, sebab itu dapat membuat kita menyesal selama lima tahun ke depan. Jangan korbankan masa depan anak cucu kita," tegasnya.

Abi Hasan juga mengutip pandangan ulama tentang memilih pemimpin, yaitu jika ada beberapa calon yang baik, pilihlah yang paling banyak kebaikannya. Namun, jika semua calon memiliki kekurangan, pilihlah yang paling sedikit keburukannya.

Ia pun mengajak masyarakat untuk menjaga kedamaian selama pilkada di Kabupaten Aceh Tenggara, serta berdoa agar terpilih pemimpin yang mencintai dan dicintai oleh rakyatnya.

Di awal arahannya, Abi Hasan yang juga anggota Komisi D DPRK Dapil 5, menjelaskan tiga fungsi utama anggota dewan, yaitu legislasi, penganggaran dan pengawasan.

Sementara itu, Armentoni, wartawan Harian Sinar Indonesia Baru (SIB) Kutacane-Aceh Tenggara, yang menyampaikan ceramah memaparkan lima hal yang harus segera dilakukan. Pertama, segera mengubur jenazah, karena tidak baik jika jenazah disemayamkan terlalu lama.

Ia memberikan contoh Nabi Muhammad SAW, yang dimakamkan di tempatnya wafat, yaitu Madinah, meskipun lahir di Makkah.

Kedua, menikahkan anak perempuan yang sudah siap menikah, agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.

"Jika anak perempuan sudah meminta dinikahkan, maka orang tua harus segera menikahkannya, agar tidak terjadi hal yang merepotkan," ujarnya.

Ketiga, membayar hutang segera setelah memiliki uang. "Jangan menunda pembayaran hutang, karena dikhawatirkan uang yang ada akan terpakai untuk hal lain, sementara hutang tetap harus dibayar," katanya.

Keempat, menghidangkan makanan kepada musafir yang menjadi tamu di rumah. Dan kelima, bertaubat kepada Allah SWT setiap kali melakukan dosa.

"Taubat artinya kembali dari segala hal yang dilarang Allah kepada perintah-Nya. Nabi Muhammad SAW, meskipun sudah dijamin ampunannya oleh Allah, tetap memohon ampun hingga 70 kali sehari. Bagaimana dengan kita yang belum tentu mendapat jaminan ampunan?" pungkas Armentoni. (*)

Editor
: Donna Hutagalung
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru