Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Rabu, 04 Februari 2026

Agincourt Resources Buka Bersama Wartawan, Jalin Harmoni untuk Masa Depan Berkelanjutan

Rosianna Anugerah Hutabarat - Rabu, 05 Maret 2025 16:34 WIB
26 view
Agincourt Resources Buka Bersama Wartawan, Jalin Harmoni untuk Masa Depan Berkelanjutan
Foto: SNN/Rosianna Anugerah Hutabarat
Senior Manager Corporate Communications PT Agincourt Resources, Katarina Siburian Hardono memberikan sambutan dalam acara iftar bersama wartawan di Kalangan, Rabu (4/3/2025).
Tapteng(harianSIB.com)

Agincourt Resources, pengelola Tambang Emas Martabe buka bersama wartawan yang bertugas di area lingkar tambang seperti Kota Padangsidimpuan, Tapanuli Selatan, Tapanuli Tengah dan Kota Sibolga pada Selasa (4/3/2025).

Kegiatan ini digelar di Matahari Cafe & Resto Mangga Dua, Kalangan. Acara buka puasa bersama ini dibuka langsung oleh Senior Manager Corporate Communications PT Agincourt Resources, Katarina Siburian Hardono, yang dihadiri sekira 50 awak media,

Dalam sambutannya, Katarina mengucapkan, rasa syukurnya atas terselenggaranya buka bersama para wartawan yang selama ini telah menjadi bagian dari publikasi kegiatan PTAR. Pihaknya selalu menjaga hubungan baik dengan para stakeholder khususnya awak media selama 15 tahun.

"Terima kasih banyak untuk dukungan yang selama ini selalu setia. Ini merupakan giat Iftar Bersama Wartawan dengan tema 'Menjalin Harmoni Masa Depan Berkelanjutan. Tidak terasa sudah 15 tahun, kita menjalin hubungan yang baik, yang harmonis," ucapnya.

General Manager dan Deputy Director Operations Agincourt Resources, Rahmat Lubis mengungkapkan, PT Agincourt Resources (PTAR) menerapkan bisnis yang berkelanjutan (sustainable), yakni bisnis yang menciptakan nilai jangka panjang, baik untuk PTAR, masyarakat lingkar tambang, maupun lingkungan.

Meski kerap mendapatkan pandangan buruk terhadap dunia pertambangan, namun langkah PTAR tidak pernah terhenti, menunjukkan konsistensinya dalam menjaga keseimbangan antara operasional, bisnis, sosial, serta pengelolaan lingkungan dan keanekaragaman hayati dengan menerapkan konsep green mining, melakukan reklamasi, dan melakukan konservasi.

"Kegiatan pertambangan itu, memang membuka hutan. Namun kami sangat membatasi diri dalam hal ini. Meski dalam beberapa tahun terakhir ada beberapa titik yang menurut kami sangat menarik, namun kami tidak buka. Walaupun itu kerugiannya besar bagi perusahaan," jelas pria lulusan Fakultas Teknik Pertambangan dan Perminyakan Institut Teknologi Bandung itu.

Disampaikan Rahmat, bahwa pengelola Tambang Emas Martabe telah bekerjasama dengan Biodiversity Accessory Panel (BAP) atau panel penasehat keanekaragaman hayati yang merupakan para ahli akademisi dari Universitas Indonesia, Universitas Nasional, Universitas Sumatera Utara, Institut Pertanian Bogor, Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan, dan Universitas Aufa Royhan Padangsidimpuan.

"Para akademisi yang paham isu keanekaragaman hayati ini, kami undang masuk ke hutan Batangtoru guna memberikan arahan ke kami. Jika mereka katakan di hutan itu ada populasi tumbuhan atau hewan langka, maka kami dengan senang hati mundur dan kami tidak akan buka," terang Rahmat.

PTAR juga berkomitmen tidak akan masuk ke daerah hutan lindung, pihaknya hanya akan mengelola areal penggunaan lain (APL) yang merupakan kawasan hutan negara yang tidak lagi menjadi kawasan hutan.(*)

Editor
: Bantors Sihombing
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru