Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Senin, 19 Januari 2026

UPT KPH Wilayah II Pematangsiantar Tinjau Aliran Sungai Batugaga Parapat

Jheslin M Girsang - Selasa, 18 Maret 2025 19:02 WIB
142 view
UPT KPH Wilayah II Pematangsiantar  Tinjau Aliran Sungai Batugaga Parapat
Sukendra Purba. (Foto: SNN/Linggom Parhusip)
Simalungun(harianSIB.com)
Pasca banjir bandang, Dinas Kehutanan Provinsi Sumatera Utara melalui Unit Pelaksana Tugas Kesatuan Pengelolaan Hutan (UPT KPH) II Pematangsiantar meninjau aliran Sungai Batugaga di Parapat, Kecamatan Girsang Sipanganbolon, Kabupaten Simalungun, Selasa (18/03/2025).

Kepala UPT KPH wilayah II Pematangsiantar, Sukendra Purba mengatakan, berdasarkan hasil peninjauan dan hasil visual melalui drone, bahwa hulu aliran Sungai Batugaga di luar kawasan hutan dan masih jauh dari kawasan hutan lindung.

"Kita telah meninjau lokasi hulu Sungai Batugaga dan lokasinya masih di luar kawasan hutan lindung. Hasil visual drone di sekitar hulu sungai juga tidak ditemukan adanya penebangan kayu liar," pungkasnya.

Menurut Purba, banjir bandang di Parapat bukan disebabkan adanya penebangan liar di hulu Sungai Batugaga dan sekitar hulu sungai. Namun, dikarenakan intensitas curah hujan tinggi dan ditemukannya banyak kantong-kantong air di sepanjang aliran sungai disertai kondisi sungai yang semakin menyempit.

"Hulu Sungai Batugaga yang hilirnya ke Parapat masih jauh dari kawasan hutan lindung dan kawasan Hutan Tanaman Industri (HTI). Lokasi kawasan hutan dan Konsesi HTI masih jauh dari hulu sungai dan berada di Huta Sitahoan. Adapun sungainya mengarah ke daerah Tanahjawa, bukan ke arah Parapat," jelasnya.

Kata Sukendra, pihaknya akan tetap melakukan penanaman ulang di daerah kawasan hutan yang dinilai butuh pepohonan dan melakukan penanaman pohon bambu di sepanjang aliran sungai Batugaga.

"Mudah-mudahan masyarakat menyetujui program penanaman pepohonan khususnya pohon bambu di sepanjang aliran Sungai Batugaga agar tidak mudah tergerus air dan mengantipasi banjir," imbuhnya. (**)

Editor
: Eva Rina Pelawi
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru