1 Ramadan 1447 H Beda Penetapan, MUI Labura Ajak Umat Jaga Ukhuwah
Aekkanopan (harianSIB.com)Pemerintah melalui sidang isbat Kementerian Agama (Kemenag) RI menetapkan 1 Ramadan 1447 Hijriah jatuh pada Kamis,
Pimpinan PT TPL melalui Corporate Communication Head TPL, Salomo Sitohang memberikan klarifikasi terkait pernyataan dan statemen para pimpinan gereja tersebut yang dinilai merugikan perusahaan penghasil bubur kertas tersebut.
Dalam pernyataan yang diterima jurnalis SIB News Network, Kamis (15/5/2025) menjelaskan, sehubungan dengan pernyataan yang disampaikan oleh Ephorus Huria Kristen Batak Protestan (HKBP), Pdt. Viktor Tinambunan mengenai operasional PT TPL, pihaknya sangat perlu untuk menyampaikan klarifikasi dan penjelasan sebagai bentuk komitmen mereka terhadap transparansi dan akuntabilitas dalam menjalankan kegiatan operasional perseroan:
Dijjelaskan, TPL telah beroperasi selama lebih dari 30 tahun dan berkomitmen membangun komunikasi terbuka dengan masyarakat, baik melalui berbagai dialog, sosialisasi, dan program kemitraan yang telah mereka lakukan bersama pemerintah, masyarakat hukum adat, tokoh agama, tokoh pemuda, akademisi, dan lembaga swadaya masyarakat sebagai bagian dari pendekatan sosial yang inklusif.
Pada poin berikutnya, PT TPL juga dengan tegas menolak tuduhan bahwa operasional TPL menjadi penyebab bencana ekologi. Seluruh kegiatan mereka telah sesuai dengan izin, peraturan, dan ketentuan yang ditetapkan oleh pemerintah yang berwenang.
Lebih lanjut disampaikan, kegiatan peremajaan pabrik dilakukan dengan fokus pada efisiensi dan pengurangan dampak lingkungan secara signifikan melalui teknologi yang lebih ramah lingkungan.
"Perusahaan menjalankan berbagai program tanggung jawab sosial dan lingkungan (CSR) di bidang pendidikan, kesehatan, pemberdayaan masyarakat, dan pelestarian lingkungan yang menyasar kebutuhan nyata masyarakat sekitar wilayah operasional kami. Program-program ini dijalankan secara berkelanjutan dan dilaporkan kepada pemerintah serta pemangku kepentingan lainnya secara berkala," tulisnya lagi.
Sementara mengenai tuduhan deforestasi, dia menegaskan bahwa TPL melakukan operasional pemanenan dan penanaman kembali di dalam konsesi berdasarkan tata ruang, rencana kerja umum, dan rencana kerja tahunan yang telah ditetapkan.
Dijelaskan juga, dengan sistem tanam-panen berkelanjutan, mereka menjaga kesinambungan hutan tanaman sebagai bahan baku industri pulp, sehingga jarak waktu antara pemanenan dan penanaman hanya berselang paling lama 1 bulan, sesuai dengan prosedur yang tercantum dalam dokumen Amdal.
"Hal ini juga kami laporkan secara berkala melalui Laporan Pemantauan dan Pengelolaan Lingkungan. Dari luas konsesi sebesar 167.912 ha, perseroan hanya mengembangkan sekitar 46.000 ha sebagai perkebunan eucalyptus dan mengalokasikan sekitar 48.000 ha sebagai area konservasi dan kawasan lindung yang dijaga oleh perseroan dengan komitmen menjaga keanekaragaman hayati di dalamnya," jelasnya.
Selain klarifikasi tuduhan pengrusakan ekologi, Salomo Sitohang juga menjelaskan bahwa TPL mempekerjakan lebih dari 9.000 orang, baik pekerja langsung maupun tidak langsung, dan didukung oleh lebih dari 4.000 Kelompok Tani Hutan dan pelaku UMKM.
"Kami menghargai hak setiap pihak untuk menyampaikan pendapat, namun kami berharap hal tersebut didasarkan pada data dan fakta yang akurat. Kami membuka ruang dialog dan menerima masukan dari semua pihak guna menciptakan keberlanjutan yang adil dan bertanggung jawab di wilayah Tano Batak," kata Salomo.
"Demikian klarifikasi ini kami sampaikan sebagai bentuk komitmen kami untuk terus berbenah, bertumbuh, dan hadir secara positif bagi masyarakat dan lingkungan," pungkasnya.
Sebelumya diberitakan, para pimpinan gereja Sumatera Utara menyuarakan penutupan TPL dalam pertemuan memperkuat peranan gereja menjaga keutuhan ciptaan dan keadilan sosial di Tano Batak bertempat di Aula Nommensen Kota Pematangsiantar, Rabu (14/5/2025) malam. (**)
Aekkanopan (harianSIB.com)Pemerintah melalui sidang isbat Kementerian Agama (Kemenag) RI menetapkan 1 Ramadan 1447 Hijriah jatuh pada Kamis,
Medan (harianSIB.com)Perayaan Imlek 2026 di sejumlah pusat perbelanjaan di Medan berlangsung meriah. Sejak siang hingga malam hari, pengunju
Tanjungbalai (harianSIB.com)Satreskrim Polres Tanjungbalai menangkap seorang wanita berinisial AF alias P (21), warga Jalan Husni Thamrin Ga
Tanjungbalai (harianSIB.com)Tim Satreskrim Polres Tanjungbalai menangkap seorang juru tulis toto gelap (jurtul togel) berinisial UM alias Us
Aekkanopan (harianSIB.com)Pelaksanaan salat tarawih dan witir di Masjid Taqwa Muhammadiyah Aek Kanopan Timur, Kecamatan Kualuh Hulu, Kabupat
Aekkanopan(harianSIB.com)Malam tadi, pemerintah resmi menetapkan 1 Ramadan 1447 H jatuh pada Kamis, 19 Februari 2026 dan penetapannya diputu
Medan(harianSIB.com)PT Kereta Api Indonesia (Persero) Divre I Sumatera Utara menggelar perayaan Tahun Baru Imlek 2026 di Stasiun Lubuk Pakam
Nias(harianSIB.com)Kondisi jalan utama yang menghubungkan Kabupaten Nias Utara menuju Kota Gunungsitoli kian memprihatinkan. Ruas jalan tepa
Asahan(harianSIB.com)Pengurus Kabupaten (Pengkab) Taekwondo Indonesia (TI) Kabupaten Asahan menggelar kegiatan seleksi atlet dalam persiap
Medan(harianSIB.com)Wakil Ketua DPRD Kota Medan, H Rajudin Sagala SPdI mengapresiasi dan berterimakasih kepada Kapolrestabes Medan, Kombes P
Rantauprapat(harianSIB.com)Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Labuhanbatu bersama sejumlah organisasi wartawan lokal berkolaborasi
Belawan(harianSIB.com)Polres Pelabuhan Belawan mengerahkan 200 personel untuk pengamanan perayaan Imlek 2026, dilaksanakan sejak Senin, 16 F