BMKG Peringatkan Hujan Ekstrem di Tapteng dan Sekitarnya, Warga Diminta Waspada
Tapteng(harianSIB.com)Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) merilis peringatan dini hujan lebat hingga ekstrem yang berpotens
Kegiatan yang bertepatan dengan peringatan Hari Keluarga Nasional ini dibuka Bupati Sergai, H Darma Wijaya diwakili Staf Ahli Bupati Bidang Kemasyarakatan dan SDM, Kahar Effendi.
Dalam sambutan tertulis yang dibacakan Kahar Effendi, Bupati Darma Wijaya menyampaikan pentingnya sinergi antar pihak dalam menurunkan prevalensi stunting di Kabupaten Sergai.
"Keluarga menjadi pilar utama dalam membangun bangsa yang sehat dan kuat. Karena itu, penanganan stunting bukan hanya soal teknis kesehatan, tetapi menyangkut pembangunan manusia secara menyeluruh," sebutnya.
Ia menekankan, stunting adalah masalah multidimensi yang perlu diatasi dengan pendekatan terintegrasi. Mulai dari konseling gizi bagi calon pengantin dan ibu hamil, pemantauan tumbuh kembang balita, hingga edukasi menyeluruh tentang pola asuh dan konsumsi makanan bergizi.
Menurutnya, salah satu tantangan besar yang dihadapi saat ini adalah minimnya kesadaran mengenai pentingnya peran keluarga, khususnya ayah, dalam proses pengasuhan dan pendampingan anak serta remaja. Oleh sebab itu, dalam kegiatan ini kehadiran calon ayah dan para ayah sangat diprioritaskan.
"Keterlibatan aktif seorang ayah dalam pengasuhan bukan hanya membantu menciptakan lingkungan keluarga yang sehat dan harmonis, tapi juga mencegah anak-anak dari pengaruh negatif, termasuk dari paparan teknologi digital yang tidak bijak," katanya.
Lebih lanjut dijelaskannya, strategi yang dijalankan Pemkab Sergai mencakup edukasi tentang kesehatan reproduksi, gizi seimbang dan pembangunan karakter keluarga. Tujuan akhirnya adalah membentuk keluarga kecil yang bahagia, sejahtera dan bebas dari risiko stunting yang sejalan dengan semangat gerakan keluarga berencana.
Bupati yang akrab disapa Bang Wiwik ini juga menggarisbawahi pentingnya kolaborasi lintas sektor, mulai dari tenaga kesehatan, tokoh masyarakat, hingga lembaga pendidikan dalam menangani isu stunting. Ia menyebut, investasi dalam pembangunan keluarga adalah investasi jangka panjang yang akan membawa dampak besar bagi kemajuan daerah.
"Pertemuan ini diharapkan tidak sekadar formalitas. Kita ingin membangun kesadaran kolektif bahwa keluarga adalah kekuatan utama bangsa. Dari sinilah generasi sehat dan cerdas bisa dilahirkan," pungkasnya.
Rakor TPPS dihadiri Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Nina Deliana Hutabarat, Kadis P2KBP3A Helminur Iskandar. (*)
Tapteng(harianSIB.com)Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) merilis peringatan dini hujan lebat hingga ekstrem yang berpotens
Medan(harianSIB.com)Kompol Rudy Candra, Wakapolres Sergai, mencatatkan sejarah sebagai doktor pertama dari jajaran Polres Sergai setelah ber
Medan(harianSIB.com)Jaksa Agung RI, ST Burhanuddin melanjutkan kunjungan kerja (kunker) ke Sumatera Utara (Sumut) untuk beberapa hari ke
Batubara(harianSIB.com)Komitmen sinergitas antara TNI dan Polri kembali ditunjukkan secara nyata di wilayah hukum Polres Batubara. Kapolsek
Tapteng(harianSIB.com)Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tapanuli Tengah raih Opini Kualitas Sedang Tanpa Maladministrasi dalam survey dari Ombud
Binjai(harianSIB.com)Pemerintah Kota Binjai melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) memprioritaskan perbaikan delapan ruas ja
Medan(harianSIB.com)Pemerintah terus mempercepat pembangunan jembatan di sejumlah daerah terdampak bencana banjir guna memulihkan konektivit
Medan(harianSIB.com)PGRI (Persatuan Guru Republik Indonesia) Kota Medan akan memprogramkan pengembangan kompetensi guru atau tenaga pendidik
Tanjungbalai(harianSIB.com)Wali Kota Tanjungbalai Mahyaruddin Salim didampingi Ketua DPRD Tengku Eswin dan Sekretaris Daerah Nurmalini Marpa
Simalungun(harianSIB.com)Polres Simalungun mendapat penghargaan sebagai juara pertama kategori melayani masyarakat melalui Call Center 110 s
Medan(harianSIB.com)Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Medan mencatat sebanyak 15.831 kasus Tuberkulosis (TB) telah diobati sepanjang tahun 2025.
Medan(harianSIB.com)Harga cabai merah di Sumatera Utara secara mengejutkan berbalik turun setelah sempat menyentuh kisaran Rp40.000 per kilo