Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Selasa, 03 Maret 2026

Empat Inovasi Unggulan Puskesmas Siatas Barita Dorong Kesehatan Masyarakat dan Cegah Stunting

Bongsu Batara Sitompul - Senin, 04 Agustus 2025 14:27 WIB
208 view
Empat Inovasi Unggulan Puskesmas Siatas Barita Dorong Kesehatan Masyarakat dan Cegah Stunting
Foto Dok UPT Puskesmas Siatas Barita
SOSIALIASI KEPADA MASYARAKAT : Kepala UPT Puskesmas Siatas Barita Debora Hasugian bersama tim petugas kesehatan melakukan sosialisasi kepada masyarakat Desa Sitompul dalam pelaksanaan inovasi bebaskan rumah dari bahaya asap rokok (Beruba).
Tapanuli Utara(harianSIB.com)

Dalam rangka meningkatkan mutu pelayanan kesehatan dan mendukung upaya pencegahan stunting, UPT Puskesmas Siatas Barita yang dipimpin oleh Debora Hasugian, SKM, MKM menggerakkan empat inovasi unggulan.

Inovasi tersebut yakni Beruba (Bebaskan Rumah dari Bahaya Asap Rokok), Gaspol (Gerakan Asupan Gizi dengan Pangan Lokal), Berkelas (Beri Kelor Atasi Stunting), dan Sehati (Sentuh, Empati, HIV/AIDS Teratasi).

"Inovasi ini merupakan wujud komitmen kami untuk menghadirkan layanan kesehatan yang holistik dan berkelanjutan, sekaligus mendukung program nasional penurunan angka stunting serta penanggulangan HIV/AIDS," ujar Debora kepada harianSIB.com, Senin (4/8/2025).

Debora kemudian menjelaskan inovasi tersebut.

1. Beruba: Cegah Bahaya Asap Rokok dalam Rumah

Melalui inovasi Beruba, Puskesmas Siatas Barita mendorong masyarakat untuk tidak merokok di dalam rumah, termasuk di teras, demi menjaga kualitas udara serta melindungi kesehatan keluarga.

"Merokok di dalam rumah meningkatkan risiko penyakit pernapasan seperti bronkitis kronis dan PPOK. Selain itu, asap rokok merusak jaringan paru-paru secara perlahan," jelas Debora.

Ia menambahkan bahwa lebih dari 4.000 jenis bahan kimia berbahaya terkandung dalam rokok, yang dapat berdampak fatal, terlebih bagi anak-anak dan bayi yang lebih rentan.


2. Gaspol: Gizi Seimbang Lewat Pangan Lokal
Inovasi Gaspol bertujuan mengedukasi masyarakat untuk memanfaatkan pangan lokal bergizi dalam kehidupan sehari-hari. Gerakan ini juga mendorong ketahanan pangan nasional serta memperkuat ekonomi petani lokal.

"Kami ingin mengubah pola pikir masyarakat agar tidak hanya bergantung pada makanan olahan atau impor. Pangan lokal yang kaya gizi, jika diolah dengan baik, dapat menjadi solusi atas masalah kekurangan gizi, anemia, hingga stunting," paparnya.

3. Berkelas: Daun Kelor untuk Balita Bebas Stunting

Dengan inovasi Berkelas, Puskesmas memanfaatkan potensi daun kelor yang kaya nutrisi sebagai solusi alami penanganan stunting di kalangan balita.

"Banyak masyarakat belum sadar bahwa daun kelor memiliki khasiat luar biasa. Selain mencegah stunting, inovasi ini juga memberikan manfaat ekonomi karena masyarakat bisa menanam kelor di pekarangan rumah tanpa biaya," ujar Debora.

4. Sehati: Sentuh dan Empati untuk Atasi HIV/AIDS

Melalui inovasi Sehati, UPT Puskesmas Siatas Barita memprioritaskan edukasi, skrining, dan akses pengobatan bagi pasien HIV/AIDS secara terstruktur dan berkelanjutan.

"Tim khusus telah dibentuk untuk mendeteksi dini dan memberikan layanan komprehensif bagi ODHA. Kami juga rutin menggelar penyuluhan agar masyarakat memahami cara pencegahan dan pentingnya deteksi dini HIV/AIDS," katanya.

Debora menegaskan bahwa inovasi ini bertujuan memastikan pelayanan kesehatan yang adil dan merata bagi semua lapisan masyarakat, khususnya bagi mereka yang hidup dengan HIV/AIDS.

Dengan berbagai program inovatif ini, UPT Puskesmas Siatas Barita membuktikan komitmennya dalam meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat di Kecamatan Siatas Barita secara berkelanjutan.

Puskesmas ini juga membuka ruang partisipasi komunitas agar setiap inovasi dapat berjalan efektif dan menyentuh seluruh lapisan masyarakat.

"Kami percaya, perubahan besar dimulai dari tindakan sederhana di tingkat lokal. Karena itu, inovasi kesehatan harus terus berkembang sesuai kebutuhan dan kondisi masyarakat," pungkas Debora.

Editor
: Wilfred Manullang
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru