Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Sabtu, 14 Februari 2026

Lantik 430 Siswa, SMAN 1 Plus Matauli Siapkan Generasi Pemimpin Indonesia 2045

Rosianna Anugerah Hutabarat - Sabtu, 09 Agustus 2025 20:29 WIB
123 view
Lantik 430 Siswa, SMAN 1 Plus Matauli Siapkan Generasi Pemimpin Indonesia 2045
Foto: harianSIB.com / Rosianna Anugerah Hutabarat
Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Sumatera Utara Alexander Sinulingga melantik 430 siswa SMA Negeri 1 Matauli Pandan angkatan XXXII, di lapangan Matauli Pandan, Sabtu (9/8/2025).
Tapteng(harianSIB.com)

Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Sumatera Utara Alexander Sinulingga melantik 430 siswa SMA Negeri 1 Plus Matauli Pandan angkatan XXXII, di lapangan Matauli Pandan, Tapanuli Tengah, Sabtu (9/8/2025).

Tampak perwakilan orangtua siswa melepaskan para ananda untuk dididik dan diasuh oleh Kepala Sekolah Deden Rachmawan dan Ketua Yayasan Matauli Fitri Krisnawati Tanjung.

Dalam kesempatan itu, Alexander Sinulingga memberikan motivasi kepada para anak didik untuk menjadi generasi emas mengingat SMAN 1 Plus Matauli Pandan salah satu sekolah yang menjadi barometer pendidikan unggul di Sumatera Utara.

"Pendidikan adalah gerbang kesuksesan dan kemajuan bangsa Indonesia. Jangan menyerah pada kegagalan, bangkit terus maju," ucapnya.

Ketua Yayasan Matauli Pandan, Fitri Tanjung menyampaikan, Matauli Pandan tengah menyiapkan generasi yang akan menjadi pemimpin bangsa Indonesia bukan sekedar berhasil dalam akademik semata.

"Pertanyaan ayahanda Ir. Akbar Tandjung, dimana posisi SMAN 1 Matauli nanti pada tahun 2045, menjadi cambuk bagi saya untuk menciptakan generasi penerus bangsa. Pada tahun 2045 nanti siswa kami harus menduduki posisi menteri bahkan presiden," katanya.


Deden Rachmawan selaku Kepala SMAN 1 Plus Matauli Pandan mengklaim bahwa anak didiknya merupakan siswa pilihan. Hal itu dibuktikan dari hasil seleksi sekira 3400 pendaftar, hanya 430 siswa yang berhasil diterima melalui jalur reguler, jalur prestasi, titipan Yayasan Kader Bangsa.

Kemudian ada 20 siswa asal Sibolga-Tapanuli Tengah yang diterima lewat jalur Olimpiade atau Talent Scouting. Mereka akan mendapatkan beasiswa penuh dan akan tinggal di asrama Yayasan Matauli.

Deden juga mengungkapkan sebagai sekolah berstandar pendidikan nasional, SMAN 1 Plus Matauli telah menerapkan kurikulum IB, atau International Baccalaureate, adalah sistem pendidikan internasional yang diakui oleh universitas di seluruh dunia. Kurikulum tersebut menekankan pada pembelajaran yang lebih mendalam dan berorientasi global.

"Kami sudah sangat siap. SMAN 1 Plus Matauli memiliki 5 guru yang memenuhi kualifikasi kurikulum IB. Dan guru yang dipekerjakan dari Yayasan Kader Bangsa," bebernya. (**)

Editor
: Eva Rina Pelawi
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru