Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Rabu, 11 Februari 2026

Curiga Ada Motif Lain, Polres Labusel Bongkar Makam Lakukan Penyelidikan

Robert Banjarnahor - Senin, 25 Agustus 2025 12:42 WIB
42 view
Curiga Ada Motif Lain, Polres Labusel Bongkar Makam Lakukan Penyelidikan
Foto: harianSIB.com/Rudi Afandi Simbolon
Bongkar Makam: Personel Polres Labusel melakukan pembongkaran kembali makam IN pelajar wanita warga Desa Tanjung Medan, Kecamatan Kampungrakyat, Sabtu (23/8/2025) malam.
Kampungrakyat(harianSIB.com)

IN Seorang pelajar perempuan diperkirakan berusia 14 tahun ditemukan meninggal dunia dalam posisi tergantung di kediamannya, Dusun Gariang Pasar, Desa Tanjung Medan, Kecamatan Kampungrakyat, pada Jumat (22/8/2025) malam.

Kematian IN ini pertama kali diketahui oleh ibunya sekira pukul 22.30 WIB. Saat itu ia melihat putrinya tergantung dengan leher terikat tali di dalam kamar rumah mereka.

Peristiwa itupun membuat geger warga kampung. Setelah dievakuasi, jasad korban pun kemudian dibawa ke Puskesmas setempat untuk dilakukan visum.

Karena tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan, jasad IN kemudian dikembalikan ke pihak keluarga. Bocah tersebut lalu dikebumikan di pemakaman umum setempat.

Belakangan, kasus kematian IN (14) wanita di bawah umur menjadi sorotan publik setelah adanya kejanggalan dalam kasus tersebut.

Pada, Sabtu (23/8/2025) malam, Polres Labusel pun melakukan ekshumasi, yakni membongkar kembali kuburan IN untuk mengambil sampel jaringan tubuh guna keperluan penyelidikan.

Berdasarkan hasil olah TKP dan pemeriksaan medis, polisi menemukan sejumlah kejanggalan yang membuat mereka curiga akan adanya faktor lain yang menyebabkan kematian IN. Meskipun hasil pemeriksaan medis sementara tidak menemukan tanda-tanda kekerasan atau penganiayaan, namun kondisi rahim korban yang membesar menimbulkan pertanyaan tentang kemungkinan adanya hubungan antara kondisi tersebut dengan kematian korban.

Kapolres Labuhanbatu Selatan, AKBP Aditya S P Sembiring melalui Kapolsek Kampungrakyat, AKP M Ilham Lubis, Minggu (24/8/2025) menyampaikan, polisi masih melakukan penyelidikan mendalam terkait kasus ini. Pihak keluarga korban juga telah membuat laporan resmi ke Mapolres Labuhanbatu Selatan, guna mengetahui penyebab kematian korban.

"Polisi masih mendalami penyebab pasti kejadian ini. Dugaan sementara, korban meninggal akibat gantung diri karena depresi. Namun, untuk memastikan adanya unsur tindak pidana lain, penyelidikan tetap dilanjutkan," kata Kapolsek.

Dijelaskan, saat ini, sampel jaringan tubuh korban juga direncanakan akan dikirim ke laboratorium patologi anatomi dr Johan, SpPA, untuk memastikan hasil pemeriksaan lebih lanjut. Kasus ini menjadi perhatian publik dan menimbulkan keprihatinan akan pentingnya menjaga kesehatan mental anak-anak dan remaja. (*)

Editor
: Robert Banjarnahor
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru