Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Minggu, 15 Maret 2026

Polsek Tanah Jawa Dukung Ketahanan Pangan Nasional

Mey Hendika Girsang - Selasa, 26 Agustus 2025 17:31 WIB
26 view
Polsek Tanah Jawa Dukung Ketahanan Pangan Nasional
(Foto : Dok/Humas Polres Simalungun)
Bhabinkamtibmas Polsek Tanah Jawa lakukan pendampingan langsung kepada kelompok tani dalam budidaya jagung jenis Bisi 18 di wilayah hukumnya, Selasa (26/08/2025). Hal ini untuk mendukung ketahanan pangan nasional.
Simalungun(harianSIB.com)
Polsek Tanah Jawa mendukung ketahanan pangan nasional yang diprogramkan pemerintah. Dukungan itu ditunjukkan dengan cara pendampingan langsung kepada kelompok tani dalam budidaya jagung jenis Bisi 18

"Pendampingan dilakukan Bhabinkamtibmas Aipda Vonsa P Tampubolon dengan melaksanakan monitoring pemupukan tahap pertama pada lahan seluas 1 hektar sebagai implementasi program 1 desa 1 personil," kata Kapolsek Tanah Jawa, Kompol Asmon Bufitra, Selasa (26/08/2025).

Dia menjelaskan, kegiatan itu memiliki landasan hukum yang kuat meliputi UU tahun 2022 tentang kepolisian dan surat perintah Kapolri nomor sprint 3137/X/KEP/2024 tentang panitia gugus tugas Polri ketahanan pangan.

"Kami bergerak berdasarkan komando yang jelas dari tingkat pusat hingga daerah untuk mendukung ketahanan pangan nasional. Kami melakukan pendampingan dan monitoring pemupukan tahap pertama tanaman jagung Bisi 18 yang sudah berumur sekitar dua bulan milik petani Nurbaya Harianja," ucapnya.

Sedangkan implementasi program 1 desa 1 personil ini, sebut Asmon, merupakan wujud nyata dari Keputusan Kapolda Sumut nomor Kep/50/I/2023 tentang pengangkatan dan penempatan Bhabinkamtibmas di lingkungan Polda Sumut.

"Program ini memastikan setiap desa memiliki pendamping Polri yang siap membantu berbagai program pembangunan, termasuk ketahanan pangan. Jadi, program 1 desa 1 personil hadir langsung di tengah-tengah masyarakat dan memberikan pendampingan konkret dalam berbagai aspek kehidupan, termasuk sektor pertanian yang vital," ungkapnya.

Menurutnya, kegiatan monitoring tidak hanya terbatas pada aspek teknis pemupukan tetapi juga mencakup pengecekan lokasi lahan tanaman jagung yang akan dijadikan ketapang jagung dalam program pemerintah.

"Kami mengecek lokasi lahan tanaman jagung yang akan dijadikan ketapang jagung dalam program pemerintah untuk memastikan kesesuaian dengan standar yang ditetapkan," ucapnya.

Disebut, lahan seluas 1 hektar yang menjadi fokus program ini diharapkan dapat menjadi percontohan bagi desa-desa lain dalam mengembangkan budidaya jagung dalam rangka mendukung program ketahanan pangan.

"Melalui program ini, kami membuktikan bahwa Polri tidak hanya berperan dalam penegakan hukum tetapi juga sebagai mitra pembangunan yang mendampingi masyarakat dalam meningkatkan kesejahteraan," pungkasnya. (**)

Editor
: Eva Rina Pelawi
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru