Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Minggu, 08 Maret 2026

Kualitas Tambal Sulam Jalinsum Dipertanyakan, Warga Minta Pemprov Turun Tangan

Robert Nainggolan - Sabtu, 30 Agustus 2025 15:58 WIB
336 view
Kualitas Tambal Sulam Jalinsum Dipertanyakan, Warga Minta Pemprov Turun Tangan
Foto harianSIB.com/ Robert Nainggolan
Pekerjaan pemeliharaan jalinsum Paluta -Palas menuai sorotan karena kualitas tambal sulam dinilai asal jadi dan membahayakan pengguna jalan. Sabtu (30/8/2025).
Sibuhuan(harianSIB.com)

Kondisi jalan lintas provinsi (jalinsum) Paluta - Palas kian meresahkan. Proyek pemeliharaan tambal sulam yang baru dikerjakan justru menimbulkan bahaya baru.

Tambalan aspal tampak "lompat-lompat", bergelombang, dan ada titik yang sudah dikoak namun tidak ditutup kembali. Situasi ini dinilai membahayakan keselamatan pengguna jalan, khususnya pengendara sepeda motor.

Pantauan di lokasi, Sabtu (30/8/2025), sebagian tambalan terlihat penyok dan cepat terkikis padahal kegiatan masih baru. Sementara itu, banyak juga ditemukan lubang bekas koakan dibiarkan menganga di badan jalan.

Sejumlah pengguna jalan mengeluhkan hasil pekerjaan yang terkesan asal jadi. "Kalau begini lebih bahaya, karena jalannya jadi nggak rata. Motor bisa oleng apalagi malam hari," ujar Andi Hasibuan, pengendara yang melintas.

Hal senada disampaikan Siti Boru Nasution, warga Aek Nabara, yang hampir terjatuh saat mendapati jalinsum jembatan kembar jalan menurun dan tikunga.

"Kami minta pemerintah serius, jangan cuma tambal asal-asalan, ada 2 jembatan kembar di jalan lintas Binanga menuju Aek Nabara, jalannya menurun dan tikungan tajam ada lubang menganga hampir menutup badan jalan," katanya.


Keluhan juga datang dari pengendara mobil. "Kalau pakai mobil, jalan terasa berguncang karena tambalan tidak rata. Suspensi cepat rusak, apalagi kalau sering lewat sini," ucap Syahrul, sopir angkutan umum rute Gunungtua - Sibuhuan.

Plt Kepala UPTD PUPR Gunungtua Provinsi Sumut, Sugianto ST, belum berhasil dihubungi. Nomor ponselnya tidak aktif, dan pesan via WhatsApp hanya centang satu.

Ketika dikonfirmasi terpisah, Kepala Tata Usaha (KTU) UPTD terkait, Ikhdar, mengakui pekerjaan tersebut dilaksanakan tanpa pengawas lapangan.

"Pelaksanaannya memang tanpa pengawas," ujarnya menjawab konfirmasi wartawan Sinar Indonesia Baru News Network (SNN).

Warga berharap Pemerintah Provinsi Sumut segera turun tangan melakukan pengawasan ketat agar perbaikan jalinsum tidak sekadar formalitas, melainkan benar-benar memperbaiki kualitas jalan dan menjamin keselamatan pengguna.

Tanpa pengawasan yang serius, dana perawatan dikhawatirkan hanya habis percuma sementara persoalan jalan rusak tetap berulang dari tahun ke tahun.(**)

Editor
: Wilfred Manullang
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru