Sebagai petani, janda yang ditinggal wafat suaminya tahun 2011 silam ini, enggan untuk pensiun dari rutinitas yang telah ia lakukan sejak muda. Boru batak ini tidak mau patah arang. Ia berupaya mendapatkan kembali penglihatan seperti masa muda.
Ditengah kebingungan dan kondisi ekonomi yang sulit, secercah harapan menghampiri. Kamis 25 September 2025, Tiamin mendapatkan kabar jika PT Agincourt Resources, pengelola Tambang Emas Martabe, menggelar operasi katarak gratis, di RS Bhayangkara Batang Toru. Kabar tersebut ia dapatkan dari tetangganya, Rosmeri Sitinjak.
Mendapatkan kabar baik, Tiamin girang bukan kepalang. Bak mendulang emas, kesempatan tersebut tak dilewatkannya. Tanpa pikir panjang, dengan bermodalkan KTP, ia bersama Rosmeri Sitinjak, (73), yang juga penderita katarak, bergerak menjemput mimpi, meraih penglihatannya kembali.
Jumat (26/9/2025), oleh tim dokter, keduanya dinyatakan dapat dioperasi namun harus didampingi keluarga. Bergerak cepat, Tiamin memberitahukan keluarga dan meminta agar mendampinginya saat pelaksanaan operasi.
"Aku langsung menghubungi anak, dan menyuruhnya datang," kata Tiamin, usai proses pembukaan perban penutup mata, di RS Bhayangkara Batang Toru, Sabtu (27/9/2025).
Usai mendapat penggantian lensa mata baru, Tiamin mengaku lega. Penantian panjangnya berbuah manis. Detik per detik dia nikmati, pedihnya proses kapsulorheksis tak digubris demi pulihnya indera penglihatan. Semangat yang kembali membara untuk menantang teriknya mentari, memantapkan langkah menaiki meja operasi.
Setelah keberhasilan operasi katarak, semangat Tiamin kembali membara. Baginya, dunia seolah terlahir kembali dengan warna-warna yang lebih cerah dan detail yang lebih jelas. Ia tak sabar untuk segera mewujudkan rencananya kembali ke ladang.