Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Senin, 06 April 2026

Dari Jalanan ke Barak TNI: Kisah Dua Abang Beradik Asal Medan yang Menemukan Harapan Lewat Tinju

Donna Hutagalung - Selasa, 14 Oktober 2025 10:22 WIB
951 view
Dari Jalanan ke Barak TNI: Kisah Dua Abang Beradik Asal Medan yang Menemukan Harapan Lewat Tinju
Foto: harianSIB.com/Dok
Iqbal Razoky Simatupang dan Duta Fadila Simatupang, abang beradik dari jalanan ke barak TNI.

Pematang Siantar(harianSIB.com)

Hidup di jalanan tanpa arah, tidur berpindah dari satu tempat ke tempat lain dan tumbuh tanpa bimbingan orang tua, itulah masa lalu kelam yang pernah dijalani dua kakak beradik asal Medan, Iqbal Razoky Simatupang dan Duta Fadila Simatupang. Namun, takdir membawa mereka ke arah yang tak pernah mereka bayangkan, menjadi prajurit TNI Angkatan Darat.

Saat ini keduanya resmi menyandang pangkat Prajurit Dua TNI AD setelah menamatkan Pendidikan Pertama Tamtama Infanteri (Dikmata) Gelombang II Tahun Ajaran 2025 di Rindam I/Bukit Barisan, Pematang Siantar. Upacara pelantikan pada Sabtu, 13 Oktober 2025, dipimpin Pangdam I/Bukit Barisan, Mayjen TNI Rio Firdianto, serta diikuti 2.312 prajurit baru.

Namun di balik seragam dan baret hijau yang kini mereka kenakan, tersimpan kisah perjuangan dan kasih yang mengubah hidup.

Diselamatkan dari Jalanan

Baca Juga:

Beberapa tahun lalu, hidup Iqbal dan Duta nyaris tak punya arah. Sang ayah terjerat narkoba, sementara sang ibu meninggalkan rumah. Keduanya hidup terlantar, tanpa sekolah, tanpa tempat tinggal pasti.

Hingga suatu hari, seorang pria bernama Sabam Parulian Manalu, Ketua Pengprov Pertina Sumatera Utara, datang dan merangkul mereka. Ia menjemput keduanya dari jalanan, memberi tempat tinggal, menyekolahkan, bahkan menanggung seluruh biaya hidup dan pendidikan mereka sejak SMP.

"Saya tanya, "Kau mau jadi petinju?" Mereka mengangguk. Itu titik baliknya," kenang Sabam, sebagaimana rilis yang diterima harianSIB.com, Selasa (14/10/2025).

Tinju yang Mengubah Hidup

Melalui dunia tinju, Sabam tak sekadar melatih otot, tapi juga membentuk karakter dan mental juang.

Di bawah disiplin keras dan ketegasan penuh kasih, Iqbal dan Duta belajar arti tanggung jawab, menghormati waktu dan pantang menyerah.

"Mereka bukan hanya belajar bertinju, tapi belajar hidup. Nilai-nilai itulah yang membawa mereka lolos seleksi TNI tanpa hambatan," ujar Sabam.

Keduanya diterima melalui jalur prestasi olahraga tinju, mewakili Pusdiklat Pertina Sumatera Utara. Seluruh proses seleksi dilakukan secara terbuka, profesional dan tanpa pungutan apa pun, semuanya ditanggung negara.

Bukan Kepedulian Sesaat

Bagi Sabam, membina atlet bukan proyek sesaat. Ia hadir bahkan sebelum para remaja itu dikenal publik.

"Ini bukan soal medali, tapi soal tanggung jawab moral. Atlet bukan proyek, tapi amanah," tegasnya.

Tak hanya menyelamatkan Iqbal dan Duta, Sabam juga membantu merehabilitasi ayah mereka hingga kini berhasil lepas dari jerat narkoba.

"Melihat mereka berdiri gagah di barisan prajurit, itu kebahagiaan yang tak bisa dibayar apa pun," tambahnya haru.

Dari Ring ke Medan Pengabdian

Kini, dua anak yang dulu hidup tanpa arah itu telah menemukan makna perjuangan sejati.

Dari ring tinju, mereka melangkah ke medan pengabdian sebagai penjaga kedaulatan bangsa. Semua berkat tangan dingin seorang pelatih yang melihat potensi di balik luka, bukan sekadar latar belakang.

Perjalanan Iqbal dan Duta juga tak lepas dari dukungan Kapaldam I/BB Kolonel Rony Simatupang, yang turut membimbing selama masa pendidikan militer mereka.

Inspirasi untuk Dunia Olahraga dan Pendidikan

Kisah Iqbal dan Duta menjadi pengingat bahwa harapan bisa tumbuh di tempat paling gelap sekalipun, asalkan ada sosok yang mau melihat dan menolong.

"Pertanyaannya sekarang," kata Sabam menutup kisahnya, "Apakah kita benar-benar membina, atau hanya hadir saat kamera menyala?"

Dari jalanan ke barak TNI, dari ring tinju ke medan pengabdian, perjalanan Iqbal dan Duta adalah bukti bahwa masa depan bisa berubah, ketika kesempatan dan kepedulian bertemu. (*)

Editor
: Donna Hutagalung
SHARE:
Tags
beritaTerkait
Targetkan 2 Emas di PON Papua, Pertina Sumut ‟Gelar‟ Pertandingan Setiap 6 Minggu
Sabam Manalu Apresiasi Sukses Tim Tinju Sumut di Kejurnas
Budiman Pimpin Tim Formatur Pertina Medan
Budiman Minta Ketegasan PP Pertina
Budiman Masih Pimpin Pertina Medan Hingga September
Dandim 0203 Lkt Dukung Iwan Klabang di Kejuaraan Tinju Jepang
komentar
beritaTerbaru