Sementara dua pasien harus dirujuk ke Medan untuk mendapatkan perlakukan khusus (general anastasi).
Direktur RSUD Pandan, dr. Fadly Syahputra, menyambut baik bakti sosial PT Agincourt Resources yang dipercayakan diselenggarakan di rumah sakit yang ia pimpin tersebut.
Dia menyebutkan, pihaknya hanya menyediakan fasilitas dasar yang dibutuhkan. Namun, ia berharap, proses kegiatan akan terlaksana dengan baik tanpa adanya kendala.
"Kami siap dengan kemitraan dengan PTAR untuk tahun selanjutnya sesuai dengan harapan kepala daerah," katanya.
Salah satu penderita katarak, Temasokhi Mendrofa, (46), mengaku sangat bersyukur atas kesempatan operasi katarak ini. Sepuluh tahun mengalami gangguan penglihatan kedua matanya menghambat aktivitasnya sebagai seorang petani karet.
Bahkan, kata suami dari Nurmaya Telambanua itu, ia kerap terjatuh di kebun saat akan menyadap getah karet di lahan milik tuannya. Melalui operasi katarak ini, ayah dari tiga anak itu berharap operasi tersebut berjalan lancar sehingga perjuangannya untuk memberikan kehidupan layak bagi istri dan anak-anaknya dapat dia lanjutkan.