Tapteng(harianSIB.com)
Tambang Emas Martabe, yang dikelola PT Agincourt Resources (PTAR), berupaya menekan prevalensi katarak melalui program operasi katarak gratis yang telah menjangkau ribuan warga Sumatera Utara.
Senior Manager Community PT Agincourt Resources, Christine Pepah menyampaikan, untuk pertama kalinya, PTAR hadir di Tapteng bersinergi dengan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Pandan guna memberikan manfaat berkelanjutan lewat program "Buka Mata Lihat Indahnya Dunia".
Menurutnya, kehadiran Tambang Emas Martabe di Tapanuli Tengah bertujuan untuk memperluas akses kesehatan mata bagi masyarakat di lingkar tambang khususnya untuk Kabupaten Tapanuli Tengah dan Kota Sibolga.
Program ini diharapkan dapat mengembalikan harapan dan kualitas hidup yang lebih baik bagi masyarakat, khususnya bagi warga usia produktif.
Baca Juga:
"Kami berharap bagi penerima manfaat, usai operasi dan berhasil, dapat kembali bekerja, serta melakukan kegiatan sehari-hari secara mandiri," ucap
Christine Pepah, di
RSUD Pandan, Tapteng, Sabtu (18/10/2025).
Disampaikannya, hari pertama pelaksanaan operasi, dari 55 pasien yang teregistrasi, 48 mata berhasil dioperasi dari 48 pasien. beberapa pasien gagal operasi dikarenakan glukoma, kornea rusak dan tunarungu.
Sementara dua pasien harus dirujuk ke Medan untuk mendapatkan perlakukan khusus (general anastasi).
Direktur RSUD Pandan, dr. Fadly Syahputra, menyambut baik bakti sosial PT Agincourt Resources yang dipercayakan diselenggarakan di rumah sakit yang ia pimpin tersebut.
Dia menyebutkan, pihaknya hanya menyediakan fasilitas dasar yang dibutuhkan. Namun, ia berharap, proses kegiatan akan terlaksana dengan baik tanpa adanya kendala.
"Kami siap dengan kemitraan dengan PTAR untuk tahun selanjutnya sesuai dengan harapan kepala daerah," katanya.
Salah satu penderita katarak, Temasokhi Mendrofa, (46), mengaku sangat bersyukur atas kesempatan operasi katarak ini. Sepuluh tahun mengalami gangguan penglihatan kedua matanya menghambat aktivitasnya sebagai seorang petani karet.
Bahkan, kata suami dari Nurmaya Telambanua itu, ia kerap terjatuh di kebun saat akan menyadap getah karet di lahan milik tuannya. Melalui operasi katarak ini, ayah dari tiga anak itu berharap operasi tersebut berjalan lancar sehingga perjuangannya untuk memberikan kehidupan layak bagi istri dan anak-anaknya dapat dia lanjutkan.
"Terima kasih PTAR atas kesempatan ini, sudah sejak lama saya menantikan operasi katarak seperti ini. Saya ingin kembali melihat terangnya duni demi keberlangsungan masa depan anak-anak kami," ujar Temashoki. (**)