Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Kamis, 12 Maret 2026

Ketua DPP IWO Yudhistira Imbau Masyarakat Tidak Telan Informasi Medsos

Rosianna Anugerah Hutabarat - Selasa, 28 Oktober 2025 18:24 WIB
610 view
Ketua DPP IWO Yudhistira Imbau Masyarakat Tidak Telan Informasi Medsos
Foto: Dok/IWO Tapteng
Ketua DPP IWO, Tengku Yudhistira menyampaikan kata sambutan pada Rakernas III, di Aula PDS HB Jassin Jakarta Pusat, Selasa (28/10/2025).

Jakarta(harianSIB.com)

Ikatan Wartawan Online (IWO) periode 2023-2028 menggelar Rapat Kerja Nasional (Rakernas) III, di Aula PDS HB Jassin Jakarta Pusat, Selasa (28/10/25). Membawa tema "Peran IWO dalam elaborasi Asta cita menuju Indonesia Emas 2045".

Di lokasi dihadiri 12 pengurus wilayah (PW) dan 35 pengurus daerah (PD) seluruh Indonesia, dengan total 143 peserta yang ada.

Mewakili Gubernur DKI Jakarta, staf khususnya, Cyril Raoul Hakim alias Chiko Hakim mengatakan, hubungan dengan media atau insan pers adalah hal yang biasa baginya.

"Saya sebagai juru bicara dan sebagai kepala kantor komunikasi nya bapak Gubernur. Wartawan itu tak boleh dihindari saya tak pernah menolak wawancara, kalaupun telat saya nimbrung di WhatsApp," kata Chiko.

Baca Juga:
Masih, sambung Chiko, dirinya juga tak pernah menghindar apalagi topiknya seru, itukan namanya keterbukaan informasi publik.

"Sebagai politisi saya penganut ya dan Alhamdulillah bos saya juga seperti itu bukan type yang menghindar dari wartawan sekontroversi apapun," sebutnya.

Menurut staf khusus Gubernur DKI Jakarta, wartawan adalah bagian dari mitra pemerintah apalagi di era keterbukaan publik.

"Bapak ibu bisa bertanya sama teman yg ngepost di balai kota saya pribadi kalau seharian gak ada yang nanya, malah saya yg nanya atau saya samperin," cetusnya.

Sementara Ketua Umum DPP IWO, Tengku Yudhistira, dalam sambutannya, ucapan apresiasi kehadiran kepada seluruh Pengurus DPP IWO, Pengurus Wilayah (PW) dan Pengurus Daerah (PD) yang saat ini berhadir dalam rakernas ke III. Apa yang menjadi agenda bisa dilaksanakan tepat waktu.

"Semoga hasil-hasil rapat kita dapatkan dan tetap menjadikan IWO eksistensi ke depan dan konsisten membesarkan organisasi yang sudah besar selama 13 tahun ini. Kita hidup di tengah kumpulan besar, Revolusi digital telah mengubah cara kita berkomunikasi, bekerja, bahkan berpikir. Di era ini, setiap orang dapat menjadi sumber informasi dan setiap detik lahir di genggaman tangan kita, setiap berita dunia menjadi terbuka," kata Yudis.

Dikatakannya, arus informasi yang keras seringkali melampaui kemampuan publik untuk mencari kebenaran. Di sinilah muncul fenomena baru, informasi yang tidak utuh, kabar yang tidak diverifikasi, dan opini yang menyesatkan. Media sosial melahirkan kebebasan tetapi juga kebisingan yang tak jarang merusak fakta informasi. Agar tetapi, masyarakat acapkali menelan bulat-bulat informasi media sosial yang sangat minim filter.

"Tanpa undang-undang pers yang mengawasinya, tanpa kode etik jurnalistik yang mengawasinya, namun itulah fakta. Media sosial telah memicu disrupsi media mainstream yang wajib mematuhi berbagai rambu setiap kali akan menyajikan berita. Dalam situasi seperti ini, peran wartawan online menjadi sangat strategis. Kita tidak sekadar menjadi pelapor peristiwa,

tetapi juga penjaga akal sehat publik. Kita sekadar penyampaian berita, tetapi penuntun arah nilai dan moral informasi bangsa," ajaknya.

Bahkan, dikatakan Yudis, kebebasan pers tidak kehilangan makna etikanya. Dan kemerdekaan informasi tidak menjelma menjadi kebebasan tanpa tanggung jawab dinamika zaman sekarang. Inilah yang melatar belakang lahirnya tema Rakernas ketiga tahun ini, peran IWO dalam elaborasi Asta Cita menuju Indonesia Mas 2045.

Tema ini tidak lahir dari ruang kosong, ia adalah hasil refleksi kolektif atas peran media dalam perjalanan bangsa menuju satu abad kemerdekaan Indonesia.

Asta Cita, delapan cita-cita besar bangsa, memuat visi pembangunan manusia umum, ekonomi, berkelanjutan, lingkungan hidup pemerintah yang bersih, serta supremasi hukum yang berkeadilan.

"Lantas muncul pertanyaan, gimana posisi IWO dalam peta besar ini? Jawabannya jelas, di garda depan, pembentukan opini publik yang konstruktif. IWO memiliki tanggung jawab moral. Untuk mengelaborasi nilai-nilai Asta Cita melalui narasi jurnalistik yang mencerahkan dan mempersatukan bangsa. Melalui tulisan-tulisan kita, masyarakat diarahkan untuk berpikir kritis," katanya. (*)

Editor
: Donna Hutagalung
SHARE:
Tags
beritaTerkait
Ubed Jaga Asa Juara, Tumbangkan Bagas di Semifinal Indonesia Masters 2025
PD IWO Minta Pemko Sibolga Berlakukan Pembatasan Jam Malam
IWO Sumut Berikan Cendramata Tokoh Publik ke Jamil Zeb Tumori
Rakerwil IWO Sumut: PD Sibolga-Tapteng Laporkan Program Kerja Unggulan 2025
Ketua IWO Kecam Tindakan Penistaan Agama di Sibolga - Tapanuli Tengah
Bupati Tapteng Beri Atensi Penanganan Empat Anak Terlantar yang Viral
komentar
beritaTerbaru