Menjelang akhir tahun, masyarakat berharap pemerintah membuka penanganan kasus ini secara transparan agar program berjalan tepat sasaran.
Siswanto mengingatkan, bila tidak diantisipasi, kinerja Dinas Pertanian dapat menimbulkan korban berikutnya dan menjadi preseden buruk bagi Pemkot Gunungsitoli.
"Kita tidak ingin ada yang berakhir menjadi contoh dan berujung ke rutan pada masa kepemimpinan Sowa'a Laoli Martinus Lase (SMART) ," tegasnya.
Dermawan Zagoto, Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kota Gunungsitoli saat diwawancarai mengatakan pengadaan babi memang tidak ada di tahun 2025. Hanya pengadaan pakan, itu pun babinya sudah mati dan telah kita laporkan.
Namun, ketika ditanya tentang anggaran Rp 240 Juta tentang anggaran pakan tersebut, dia hanya menjawab "saya tak ingat." (*)
Editor
: Wilfred Manullang