Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Jumat, 20 Februari 2026

Curah Hujan Tinggi, Daerah Irigasi Manik Rejo Longsor

Revado Marpaung - Sabtu, 22 November 2025 13:54 WIB
574 view
Curah Hujan Tinggi, Daerah Irigasi Manik Rejo Longsor
Foto Dok/Warga
Kondisi Daerah Irigasi (DI) Manik Rejo yang mengairi sekitar 130 hektare areal persawahan masyarakat Nagori Bahal Gajah Kecamatan Sidamanik Kabupaten Simalungun longsor. Akibatnya, jadwal penanaman padi terancam gagal, Sabtu (22/11/2025).

Simalungun(harianSIB.com)

Curah hujan yang cukup tinggi melanda Kecamatan Sidamanik membuat Daerah Irigasi (DI) Manik Rejo yang mengairi sekitar 130 hektare areal persawahan masyarakat Nagori Bahal Gajah Kecamatan Sidamanik Kabupaten Simalungun longsor.

Akibatnya, jadwal penanaman padi terancam gagal. Hal itu disampaikan B Simanjuntak, R Sinaga dan M Siallagan petani padi kepada harianSIB.com, Sabtu (22/11/2025).

Siallagan mengatakan bahwa irigasi longsor ini terjadi akibat hujan deras yang mengguyur wilayah Nagori Bahal Gajah sejak Jumat (21/11/2025), sehingga membuat Daerah Irigasi Manik Rejo longsor dan petani tidak dapat menanam atau harus menunda penanaman.

"Kalau irigasi ini lambat ditangani, tentu petani padi harus melakukan penjadwalan ulang untuk penanaman padi. Bahkan tidak menutup kemungkinan petani bisa beralih menjadi tanaman holtikultura", katanya.

Baca Juga:
Sementara Sinaga menuturkan akibat irigasi longsor ini, para petani harus merasakan dampak sosial karena akan mengalami penurunan pendapatan, yang pada awalnya juga dapat meningkatkan ketahanan pangan, namun terpaksa harus menunda dan mencari alternatif untuk memanfaatkan lahan pertanian.

Dia juga mengaku bahwa kondisi ini tidak hanya menghancurkan struktur fisik irigasi, tetapi juga memicu gangguan produksi pertanian, kerugian ekonomi, dan masalah sosial yang memerlukan respon cepat dari pemerintah dan pihak terkait, tegasnya.

Terpisah, UPTD PSDA Kecamatan Sidamanik Faber Damanik ketika dikonfirmasi, membenarkan bahwa Daerah Irigasi Manik Rejo mengairi 130 hektare longsor akibat intensitas hujan yang cukup tinggi. Akibatnya jadwal tanam padi para petani harus tertunda.

Diakuinya, irigasi ini merupakan saluran yang mengairi areal persawahan petani di Nagori Bahal Gajah. Namun, aliran irigasi ini juga mampu membantu mengairi persawahan di 3 nagori, yakni Nagori Tigabolon, Nagori Siborna dan Nagori Manik Hataran.

Oleh karena itu, pihak UPTD PSDA Kecamatan Sidamanik telah melakukan kordinasi dengan pemerintah kecamatan dan juga pihak perkebunan Bah Birong Ulu untuk melakukan penanganan sementara sebelum irigasi ini dilakukan perbaiki secara permanen, katanya. (*)

Editor
: Wilfred Manullang
SHARE:
Tags
beritaTerkait
Daerah Irigasi Manik Rejo Longsor
Intensitas Curah Hujan Tinggi, Warga Harapkan Parit Isolasi Perkebunan PT BSP Segera Dikeruk
komentar
beritaTerbaru