Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Minggu, 22 Maret 2026

Banjir dan Longsor Melanda Taput, Sekolah Beralih ke Pembelajaran Online

Anwar Lubis - Kamis, 27 November 2025 14:54 WIB
678 view
Banjir dan Longsor Melanda Taput, Sekolah Beralih ke Pembelajaran Online
Foto Dok/Disdikbud Taput
Surat edaran Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Taput yang mengalihkan pembelajaran menjadi daring di delapan kecamatan yang terdampak banjir dan longsor, tertanggal 26 November 2025.

Taput(harianSIB.com)

Kondisi cuaca ekstrem yang memicu banjir dan longsor di sejumlah wilayah Kabupaten Taput, memaksa pemerintah daerah mengambil langkah cepat.

Dinas Pendidikan dan Kebudayaan setempat resmi mengalihkan proses pembelajaran menjadi daring untuk menjaga keselamatan siswa dan tenaga pendidik.

Melalui surat edaran bernomor 400.3.5/2672/DISDIK/XI/2025 yang ditandatangani Kepala Dinas Bontor Arifin Hutasoit pada Selasa (26/11/2025), kebijakan pembelajaran jarak jauh diberlakukan di sembilan kecamatan yang terdampak parah.

"Menyikapi kondisi cuaca ekstrem yang terjadi di wilayah Kabupaten Taput yang menimbulkan dampak pada beberapa satuan pendidikan seperti banjir dan longsor," demikian bunyi surat yang diterima seluruh kepala satuan pendidikan PAUD, SD dan SMP Negeri/Swasta se-Kabupaten Taput sebagaimana dikutip, Kamis, (27/11/2025)

Baca Juga:
Kecamatan yang diwajibkan melaksanakan pembelajaran secara daring atau online meliputi Tarutung, Adian Koting, Siatas Barita, Pahae Julu, Pahae Jae, Purba Tua, Simangumban dan Parmonangan

Kebijakan ini berlaku untuk semua jenjang pendidikan mulai dari PAUD hingga SMP, baik sekolah negeri maupun swasta di wilayah tersebut.

Sementara itu, kecamatan lain yakni Garoga, Muara, Pagaran, Pagaribuan, Siborongborong, Sipahutar dan Sipoholon (Lobusingkam) masih dapat melaksanakan pembelajaran secara normal atau tatap muka karena kondisi di wilayah tersebut relatif aman.

Khusus untuk satuan pendidikan yang berada di lingkungan rawan bencana seperti area yang berpotensi longsor, banjir, dan pohon tumbang, Dinas Pendidikan memberikan penugasan.

"Satuan pendidikan yang berada di lingkungan rawan bencana longsor, banjir dan pohon tumbang dihimbau agar melaksanakan pembelajaran secara daring/online ataupun penugasan," tegas surat edaran tersebut.

Surat edaran ini juga ditembuskan kepada Bupati Taput dan Wakil Bupati sebagai laporan pelaksanaan kebijakan pendidikan di tengah kondisi darurat bencana.

Diketahui, cuaca ekstrem yang melanda wilayah ini telah menyebabkan sejumlah dampak infrastruktur, termasuk akses jalan yang terganggu akibat banjir dan material longsor (**)

Editor
: Wilfred Manullang
SHARE:
Tags
beritaTerkait
Kejari Lubukpakam Dinas Pendidikan Gelar Gebyar Kreativitas Budaya untuk Anak SD dan SMP
Anggota DPRD Simalungun Minta Pemprovsu Benahi Longsor di Raya Simalungun
Dandim 0204/DS Tinjau Banjir di Seibamban Sergai, 448 Rumah Terendam
Dandim Nias Dorong Pasukan Reaksi Cepat Semangat Terus Cari Korban Longsor
LKP Ayu Salon P Siantar Buka Program Pelatihan Pendidikan Kecakapan Wira Usaha
Pemukiman Warga dan Jalinsum P Siantar-Parapat Banjir
komentar
beritaTerbaru