Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Rabu, 28 Januari 2026

Krisis Air di Taput Picu Ledakan Keluhan Warga, Direktur PDAM Disorot

Anwar Lubis - Jumat, 05 Desember 2025 16:18 WIB
889 view
Krisis Air di Taput Picu Ledakan Keluhan Warga, Direktur PDAM Disorot
(Foto Dok/AL)
Kantor PDAM Mual Na Tio.

Taput(harianSIB.com)

Dua pekan pasca longsor yang memutus delapan pipa transmisi PDAM Mual Na Tio, ribuan warga di Kabupaten Tapanuli Utara (Taput) masih menghadapi krisis air bersih. Minimnya komunikasi dan ketidakhadiran Direktur PDAM dalam penanganan lapangan memicu gelombang protes di media sosial.

Hingga Jumat (5/12/2025), warganet menyoroti absennya pimpinan PDAM dalam dokumentasi penanganan bencana. Tidak ada pernyataan resmi maupun foto kunjungan yang menunjukkan kepedulian pimpinan terhadap krisis air yang meluas.

Delapan titik sumber air mengalami kerusakan berat, yaitu SPAM IKK Tarutung, Aeknasia, Sioma, Horsik, Gorat, Simarlailai, Lobusingkam, dan Simarsasar. Hingga kini, baru tiga lokasi berhasil dipulihkan: Lobusingkam, Aeknasia, dan Gorat.

Keluhan warga membanjiri kolom komentar akun Facebook Pemkab Taput.

Baca Juga:
"Hampir dua minggu air mati total, ada wilayah yang hanya dapat air kotor tidak layak konsumsi," kritik Rudi Simanjuntak.

Erna Gultom mengeluhkan mobil tangki PDAM tak pernah singgah ke kompleksnya. "Air mati sudah sembilan hari. Kami juga butuh air, apalagi ada anak-anak," ujarnya.

Keluhan soal distribusi air tangki juga disuarakan Boston Siantar. "Tiga unit mobil tangki untuk ribuan KK? Seharusnya dibuat giliran dengan lokasi yang belum dapat air bersih," katanya.

Sindiran pedas muncul dari Mei Hutasoit terkait kualitas air. "Bayar tetap bayar, tapi air seperti teh manis, kopi sampai mati," tulisnya.

Yanti Simanjuntak menuntut PDAM memberi diskon 50 persen. "Ini bukan salah pelanggan! Jangan enak potong tagihan otomatis kalau air tidak mengalir!" serunya.

Sementara itu, PDAM menjelaskan bahwa perbaikan terhambat akses jalan tertutup material longsor, kerusakan pipa berdiameter besar, serta cuaca buruk. Namun warga menilai alasan tersebut tidak cukup tanpa keterlibatan langsung pimpinan. "Buat grup WhatsApp atau channel resmi agar kami tahu progres perbaikan," desak Nelson Pakpahan.

Meski kritik mendominasi, beberapa warga memberi apresiasi kepada petugas lapangan. Grace Situmorang dari Lobusingkam mengucapkan terima kasih setelah aliran air di wilayahnya kembali normal.

Hingga berita ini diturunkan, Direktur PDAM Mual Na Tio belum memberikan keterangan resmi. Postingan terkait di Facebook Pemkab Taput mencatat 105 likes, 20 komentar, dan 11 dibagikan, mayoritas berisi keluhan masyarakat.(**)

Editor
: Redaksi
SHARE:
Tags
beritaTerkait
Oknum Guru di SMAN 1 Pahae Jae Ditangkap Polres Taput
Bupati Taput Dukung UKW di Bonapasogit
Dua ASN dan Satu Honorer di Dinkes Taput Ditangkap Polisi saat Pesta Narkoba
Penelitian: Media Sosial dan Selfie Mengubah Seseorang Menjadi Narsis
Rijon Manalu Terpilih Sebagai Ketua DPC GAMKI Taput Periode 2018-2021
Anggota DPRD Simalungun Minta Pemprovsu Benahi Longsor di Raya Simalungun
komentar
beritaTerbaru