Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Rabu, 04 Februari 2026

Pemerhati Lingkungan Minta Bareskrim Selidiki Banjir Tapanuli Secara Menyeluruh

Rosianna Anugerah Hutabarat - Rabu, 17 Desember 2025 19:59 WIB
469 view
Pemerhati Lingkungan Minta Bareskrim Selidiki Banjir Tapanuli Secara Menyeluruh
Foto Dok/DT
Dzulfadli Tambunan, pemerhati lingkungan hidup

Tapteng (harianSIB.com)

Pemerhati lingkungan hidup, Dzulfadli Tambunan, menyatakan dukungan penuh terhadap langkah penyelidikan Bareskrim Polri terkait penyebab dan subyek hukum yang diduga berkontribusi dalam bencana banjir bandang dan longsor di wilayah Tapanuli. Namun, ia menegaskan penyelidikan harus dilakukan secara menyeluruh dan tidak terfokus pada satu titik bencana saja.

Menurut Dzulfadli, bencana ekologis yang terjadi pada akhir November 2025 lalu melanda lebih dari satu wilayah, khususnya di Tapanuli Tengah. Karena itu, ruang lingkup penyelidikan dinilai perlu diperluas hingga mencakup sejumlah kecamatan lain.

"Ini bukan bencana lokal yang hanya menghantam satu desa, tetapi beberapa kabupaten. Kita minta Bareskrim Polri melakukan penyelidikan secara menyeluruh pada ruang lingkup yang lebih luas, termasuk wilayah Tukka, Sorkam, dan Badiri," ujar Dzulfadli kepada wartawan, Rabu (17/12/2025).

Pria yang telah puluhan tahun bermukim di Kecamatan Sibabangun itu mengibaratkan, banjir bandang yang melanda Desa Garoga, Tapanuli Selatan, tidak berdiri sendiri. Menurutnya, bencana tersebut berkaitan erat dengan banjir bandang yang lebih dulu menghantam Desa Sibiobio dan Desa Muara Sibuntuon di Tapanuli Tengah.

Baca Juga:
"Banjir bandang yang meluluhlantakkan ketiga desa bertetangga ini saling bertautan. Puluhan ribu kubik kayu yang memenuhi Sungai Garoga sebelumnya hanyut dari Sungai Muara Sibuntuon dan Sungai Sosopan (Sibiobio)," katanya.

Ia menegaskan, penyelidikan seharusnya tidak hanya berfokus pada penyebab banjir bandang di Desa Garoga, tetapi juga menyasar penyebab banjir bandang di Sibiobio dan Muara Sibuntuon sebagai bagian dari satu rangkaian peristiwa.

Dzulfadli menilai, lautan kayu yang terbawa arus sungai saat bencana sebagian besar berasal dari kawasan Harangan atau Hutan Tapanuli yang berada di bagian hulu ketiga desa tersebut. Sungai Muara Sibuntuon dan Sungai Sosopan, yang merupakan anak Sungai Garoga, disebut berhulu dari kawasan hutan tersebut.

"Pada saat banjir bandang, kedua sungai itu menghanyutkan puluhan ribu kubik kayu yang akhirnya mendarat di Desa Garoga dan wilayah sekitarnya," ujarnya.

Ia juga meminta penyidik Mabes Polri menelusuri kawasan hulu sungai, khususnya hulu Sungai Muara Sibuntuon yang berasal dari wilayah Tapanuli Utara, serta hulu Sungai Sosopan yang berasal dari Tapanuli Selatan.

"Silakan cek langsung ke lapangan. Masih banyak gelondongan kayu yang terdampar di sekitar aliran kedua sungai," imbuhnya.

Jurnalis media online nasional ini berharap penegakan hukum dilakukan berdasarkan fakta lapangan melalui investigasi yang komprehensif untuk memastikan asal muasal puluhan ribu kayu gelondongan tersebut.

Ia juga menyinggung adanya narasi yang dinilai dapat menyesatkan publik. "Sepertinya ada penggiringan opini yang mengarah pada pembodohan publik, yakni narasi chemtrail sebagai penyebab banjir bandang Garoga," ungkapnya.

Dzulfadli kembali menekankan pentingnya pemeriksaan di kawasan kilometer 10 hingga kilometer 16 yang merupakan kawasan hutan negara. Menurutnya, fokus penyelidikan tidak boleh hanya di wilayah hilir.

"Jangan hanya melihat yang di bawah saja. Kalau perhitungan hanya dilakukan di wilayah hilir, puluhan ribu kayu yang terdampar di Sungai Garoga dan kebun masyarakat itu berasal dari mana? Bahkan sampai mendarat ke Kota Sibolga. Bagaimana ceritanya ini?" pungkasnya. (**)

Editor
: Redaksi
SHARE:
Tags
beritaTerkait
Sabrina Ajak Seluruh Masyarakat Bersama Lestarikan Lingkungan Hidup
Peringati Hari Lingkungan Hidup, Wali Kota Ajak Masyarakat Tebingtinggi Tidak Gunakan Kantongan Plastik
Bus Sekolah Dihantam Banjir Bandang di Yordania, 14 Orang Tewas
HKBP Distrik V Sumatera Timur Rayakan Pesta Puncak Kesehatan dan Kebersihan Lingkungan Hidup
Gubsu Hadiri Tahlilan di Pengungsian, Doakan Korban Banjir Bandang Madina
Poldasu Kirim Sembako untuk Korban Banjir Bandang Madina
komentar
beritaTerbaru