Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Senin, 19 Januari 2026

Kisah Pilu Warga Miskin Tebingtinggi, Ibu Lansia Sekarat Tak Diterima Rumah Sakit

Humala Siagian - Kamis, 08 Januari 2026 16:18 WIB
410 view
Kisah Pilu Warga Miskin Tebingtinggi, Ibu Lansia Sekarat Tak Diterima Rumah Sakit
Foto Dok/Tian
Terbaring : Beginilah kondisi Suliyem yang sedang terbaring saat berada di RS Chevani Tebingtinggi, Kamis (8/1/2026).

Tebingtinggi(harianSIB.com)

Seorang wanita lanjut usia (Lansia), Suliyem, 67, warga Kelurahan Berohol, Kecamatan Bajenis, Kota Tebingtinggi diduga tidak diterima oleh pegawai RS Kumpulan Pane Kota Tebingtinggi, dengan alasan ruangan penuh.

Sunita 40 putri Suliyem kepada Wartawan, Kamis (8/1) mengatakan bahwa dirinya sangat sedih karena tidak diterima di RS Kumpulan Pane Kota Tebingtinggi dengan alasan ruangan penuh.

"Mamak saya sudah sekarat, bahkan dikatakan sudah hampir meninggal, masak tega mereka bilang ruangan tidak ada, dan silahkan cari rumah sakit lain,"kata Sunita.

Lanjut Sunita menjelaskan, bahwa pagi sekira pukul 07:00 dirinya meminta tolong kepala lingkungan 1 Kel Berohol, Kec Bajenis, Kota Tebingtinggi agar meminjamkan ambulance milik seorang warga Kel Berohol bernama Acai Sembada.

Baca Juga:
Tak lama kemudian, ambulance milik Bapak Acai Sembada tiba di rumahnya untuk membawa orang tuanya yang sedang sekarat ke RS Kumpulan Pane.

"Bisalah abang bayangkan saya yang sudah pontang panting dari pagi mencari kendaraan untuk membawa orang tua saya, tiba-tiba sampai di RS Kumpulan Pane Kota Tebingtinggi malah tidak diterima,"jelasnya.

Tambahnya, ia mengatakan bahwa saat ini kondisi keluarganya sudah sangat susah dan terpuruk, untuk makan saja terkadang sulit.

"Saya sudah satu hari belum makan bang, tiba-tiba orang tua sakit apa gak lemas saya bang, kami betul-betul orang susah yang ga punya apa-apa lo bang, miskin kali kami bang,"ucapnya.

Ketika ditanya wartawan apa alasan mereka tidak menerima orang tua dirinya ketika tiba di rumah sakit, dirinya menjawab mereka langsung menolak, tidak ada menyuruh masuk, dan menyarankan untuk mencari rumah sakit lain, dengan alasan ruangan penuh.

"Kami tak ada disuruh masuk, ketika kami datangi ke dalam mereka malah menyarankan untuk menyari rumah sakit lain, karena di sini ruangan penuh, tak ada mereka upaya untuk mengecek dulu bang. Kami tau kami susah bang, tapi kami juga manusia bang,"ujarnya.

Kemudian, ketika ditanya dimana saat ini orang tua dirinya dirawat, dirinya menjawab alhamdulillah saat ini orang tua sudah dirawat di RS Chevani Kota Tebingtinggi berkat pertolongan Bapak Acai Sembada.

"Karena di tolak di RS Kumpulan Pane, maka saya langsung meminta tolong bapak Acai Sembada, dan syukur alhamdulillah di tolong pak Acai Sembada dan akhirnya orang tua saya saat ini telah ditangani di RS Chevani Kota Tebingtinggi,"katanya.

Terkait penolakan yang di Lakukan oleh RS Kumpulan Pane Tebingtinggi, jurnalis harianSIB.com mencoba mengkonfirmasi pihak rumah sakit lewat Direktur RS Kumpulan Pane Tebingtinggi, akan tetapi direktur tidak mengangkat walapun whatshapnya berdering. Begitu juga Wa, kendati sudah centang biru Direktur RS Kumpulan Pane tidak merespon hingga berita ini dikirim ke redaksi.(*)

Editor
: Redaksi
SHARE:
Tags
beritaTerkait
Pengadaan Ambulance Rp 245 Juta Menggunakan Dana Desa di PIR ADB Langkat Jadi Sorotan Berbagai Kalangan
4 Pria China Curi Mata Jenazah di Rumah Sakit
Banyak Rumah Sakit dan Puskesmas Belum Gunakan Tenaga Apoteker
Wali Kota Tebingtinggi : Ulama dan Santri Memberikan Kontribusi Besar dalam Memperjuangkan Kemerdekaan RI
Menag Ajak Pengelola Rumah Sakit Serap Nilai-Nilai Agama
Wali Kota Tebingtinggi Galakkan Gerakan Gotong Royong di Setiap Kelurahan
komentar
beritaTerbaru