Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Kamis, 05 Maret 2026

Kadinsos Tapteng Bantah Sajikan Makanan Basi ke Pengungsi

Rosianna Anugerah Hutabarat - Senin, 12 Januari 2026 20:23 WIB
1.077 view
Kadinsos Tapteng Bantah Sajikan Makanan Basi ke Pengungsi
Foto: harianSIB.com / Rosianna Anugerah Hutabarat
Kepala Dinas Sosial Tapteng Mariati Simanullang (kiri) didampingi Asisten Bupati dan Kepala BPKAD Tapteng, konferensi pers di Aula Cendrawasih, Senin (12/1/2026).

Tapteng(harianSIB.com)

Kepala Dinas Sosial (Kadinsos) Tapteng Mariati Simanullang membantah soal tudingan makanan basi yang disajikan ke pengungsi di Gedung Serbaguna Pandan.

Ia menegaskan bahwa kabar itu tidak benar. Dikatakan, pihaknya berusaha memberikan pelayanan maksimal kepada para pengungsi. Tentu saja dengan penyajian makanan secara baik dan higienis.

Menurut Kadinsos, mereka memastikan pengolahan bahan makanan yang dikonsumsi pengungsi dipastikan layak dikonsumsi dan sehat.

"Kami memasak tiga kali dalam sehari. Rumor tentang makanan basi sama sekali tidak benar dan dapat menimbulkan kekhawatiran yang tidak perlu di kalangan pengungsi," jelas Mariati kepada wartawan di Aula Cendrawasih Pandan, Senin (12/1/2026).

Baca Juga:
Sementara itu, Basyri Nasution, Kepala BPKPAD Tapteng sekaligus Kepala Logistik Bencana Alam juga memaparkan update terkini kondisi pengungsi di Gedung Serbaguna Pandan.

Kini, pemerintah sedang mengkaji status transisi darurat ke pemulihan bencana alam banjir bandang dan tanah longsor selama 90 hari terhitung mulai 31 Desember 2025 sampai dengan 30 Maret 2026.

Dikatakannya, hingga saat ini jumlah pengungsi di Gedung Serbaguna Pandan berangsur-angsur berkurang. Tercatat, awal bencana pengungsi berjumlah 430 jiwa dan sampai Senin 12 Januari 2026 pengungsi yang tinggal sebanyak 104 jiwa.

"Sebagian besar warga yang sempat mengungsi sudah kembali ke rumah masing-masing karena telah dapat dihuni dan dibersihkan," ungkap Basyri.

Dia mengungkapkan jika masih ada penyintas yang ingin kembali ke posko pengungsian dengan berbagai hal pertimbangan, Pemkab Tapteng tetap menerima hingga mereka dapat direlokasi ke hunian sementara (huntara) yang akan ditetapkan di beberapa titik di Tapanuli Tengah.

"Kami (Pemkab) siap menerima korban bencana yang tidak punya pilihan tempat tinggal jika ingin kembali ke posko pengungsian," tegas Basyri. (**)

Editor
: Wilfred Manullang
SHARE:
Tags
beritaTerkait
Wali Kota Medan Minta Camat dan Lurah Tingkatkan Kapasitas untuk Beri Pelayanan Publik
Haru, Pertemuan Istri Korban Kecelakaan Lion Air JT 610 dan Garuda 152
Pasutri Tewas, Korban Tabrak Lari di Perbaungan
Surat Kematian Semua Korban Lion Air akan Diterbitkan
Pansus R-APBD Desak Dinas PMPTSP Medan Tingkatkan Pelayanan dan PAD
Keluarga Korban Lion Air Jatuh Gugat Boeing ke Pengadilan AS
komentar
beritaTerbaru