Tapsel (harianSIB.com)
Bantuan sosial dari Yayasan Baitul Maal (YBM) PLN menjadi penguat bagi warga Desa Batu Hula, Kecamatan Batang Toru, Kabupaten Tapanuli Selatan, yang hingga kini masih menjalani proses pemulihan pascabencana.
Melalui PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi (UID) Sumut, bantuan berupa paket sembako dan peralatan dapur disalurkan untuk membantu memenuhi kebutuhan dasar masyarakat.
Bantuan tersebut diserahkan secara langsung dan diterima Kepala Desa Batu Hula, M Ali Nasution, Jumat (9/1/2026), sebagai perwakilan warga.
Dampak bencana yang melanda wilayah tersebut masih dirasakan, terutama pada kondisi sosial dan ekonomi masyarakat yang belum sepenuhnya pulih.
"Pasca bencana, kehidupan warga kami masih dalam tahap pemulihan. Bantuan sembako dan peralatan dapur ini sangat membantu keberlangsungan hidup masyarakat. Atas nama warga Desa Batu Hula, kami mengucapkan terima kasih atas perhatian dan kepedulian PLN serta YBM PLN," ujar M Ali Nasution kepada wartawan melalui keterangan tertulis, Kamis (15/1/2026).
Ia menambahkan, bantuan tersebut tidak hanya membantu pemenuhan kebutuhan pokok, tetapi juga memberikan ketenangan dan semangat bagi warga untuk bangkit kembali.
Kehadiran langsung manajemen PLN di tengah masyarakat dinilai menjadi bentuk nyata kepedulian terhadap warga terdampak bencana.
General Manager PLN UID Sumut Mundhakir menyampaikan bahwa penyaluran bantuan YBM PLN merupakan bagian dari komitmen sosial PLN dalam mendampingi masyarakat terdampak bencana secara berkelanjutan.
"Pemulihan pascabencana tidak hanya berfokus pada pembangunan infrastruktur, tetapi juga memastikan kebutuhan dasar masyarakat tetap terpenuhi. Melalui YBM PLN, kami berupaya hadir untuk meringankan beban warga dan memberikan dukungan moral agar mereka tidak merasa sendiri dalam proses pemulihan," kata Mundhakir.
Menurutnya, nilai kepedulian dan gotong royong menjadi fondasi penting dalam membangun ketahanan masyarakat pascabencana. PLN akan terus bersinergi dengan pemerintah daerah, aparat setempat, dan masyarakat guna mempercepat pemulihan, baik dari sisi kelistrikan maupun sosial.
Bagi warga Desa Batu Hula, bantuan tersebut menjadi simbol hadirnya harapan di tengah keterbatasan. Dengan dukungan yang berjalan seiring antara pemulihan pasokan listrik dan bantuan sosial, masyarakat optimistis dapat kembali menata kehidupan mereka secara perlahan namun pasti. (*)
Editor
: Wilfred Manullang