Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Minggu, 22 Maret 2026

Pdt Dr JP Robinsar Siregar : Waspada atas Grand Desain Pasca Pencabutan Izin Konsesi TPL

Bongsu Batara Sitompul - Selasa, 27 Januari 2026 19:43 WIB
2.112 view
Pdt Dr JP Robinsar Siregar : Waspada atas Grand Desain Pasca Pencabutan Izin Konsesi TPL
Sekretaris Sekber GOKESU Pdt Dr JP Robinsar Siregar

Pertanyaan mendasarnya bukan hanya apa yang akan dilakukan, tetapi logika apa yang mendasari tindakan tersebut.

" Apakah negara benar-benar meninggalkan cara pandang modernitas lama yang menempatkan alam sebagai objek, atau justru melanjutkannya dalam kemasan baru yang lebih "ekologis" dan lebih diterima publik? Cara pandang ini membuat pengalaman bencana ekologis masa lalu deforestasi, pencemaran, konflik sosial dan dipahami sekadar sebagai kesalahan teknis atau kegagalan manajerial, " jelasnya

Pdt Dr Robinsar juga menegaskan, solusi yang ditawarkan pun hampir selalu sama dengan teknologi yang lebih maju, sistem yang lebih canggih dan manajemen yang lebih modern. Padahal, seperti dikatakan oleh Singgih, masalah yang lahir dari penerapan teknologi sering kali tidak bisa diselesaikan oleh teknologi yang lebih baik. Justru di sinilah muncul apa yang dapat disebut sebagai "empirisme palsu" atau sebuah ilusi kekuasaan manusia atas alam, yang merasa mampu mengendalikan segalanya, tetapi pada kenyataannya terus memproduksi krisis baru.

" Kritik Andre Gorz terhadap Giddens menjadi penting untuk memperdalam analisis ini. Menurut Gorz, pendekatan Giddens terlalu mengabaikan peran politik dalam menciptakan dan sekaligus mencegah degradasi lingkungan. Bagi Gorz, krisis ekologis tidak akan selesai hanya dengan reformasi teknis atau perbaikan tata kelola. Yang dibutuhkan adalah pembongkaran radikal terhadap pola konsumsi dan produksi yang selama ini dianggap wajar, " ungkapnya.

Menurutnya, dalam pandangan ini, kesejahteraan tidak lagi diukur dari pertumbuhan ekonomi, ekspansi industri atau pembangunan berskala besar, melainkan dari kemampuan manusia untuk hidup cukup, membangun relasi yang selaras dengan alam, dan menjaga keberlanjutan oikos rumah bersama tempat manusia dan makhluk lain hidup.

" Dalam konteks pasca pencabutan izin konsesi TPL, kecurigaan terhadap grand desain pemerintah bukanlah sikap pesimistis atau penghambat masa depan. Sebaliknya, kecurigaan merupakan bentuk kewaspadaan etis dan intelektual agar masyarakat tidak kembali terjebak dalam logika pembangunan yang sama. Pertanyaan mendasar sebagai kerangka pikir kita merupakan pintu masuk melihat kecurigaan ini sebagai sebuah kewaspadaan akan masa depan agar tidak masuk dalam jebakan yang sama dalam grand desain yang mengatas namakan kesejahteraan melalui pembagunan (moderenisme), " terangnya.

Editor
: Wilfred Manullang
SHARE:
Tags
beritaTerkait
komentar
beritaTerbaru