Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Rabu, 04 Februari 2026

100 Orang Mahasiswa Universitas Sisingamangaraja XII Tapanuli Diterjunkan ke Daerah Bencana di Tapanuli

Redaksi - Rabu, 04 Februari 2026 15:00 WIB
627 view
100 Orang Mahasiswa Universitas Sisingamangaraja XII Tapanuli Diterjunkan ke Daerah Bencana di Tapanuli
Foto: Dok/Dekan Fakultas Ekonomi UNITA
Ketua Umum Yayasan Pendidikan Sisingamangaraja XII Tapanuli Ir GM Chandra Panggabean didampingi Rektor UNITA, Dr Meslin Silalahi MPd, dan para dosen foto bersama 100 orang mahasiswa dari Program Hibah Mahasiswa Berdampak.

Para mahasiswa yang menjadi peserta program tersebut berasal dari 2 program studi (Prodi) yaitu Program Studi Manajemen Fakultas Ekonomi dan Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) yang diharapkan mampu bekerja secara kolaboratif dan interdisipliner. 100 orang mahasiswa yang diturunkan ke lapangan akan berinteraksi dengan pemerintah desa, tokoh masyarakat, lembaga lokal dan kelompok sasaran seperti petani kakao dan ibu-ibu PKK yang tinggal di 2 daerah bencana yaitu Desa Sibalanga, Kecamatan Adiankoting, Tapanuli Utara dan Desa Simaninggir Kecamatan Sitahuis, Kabupaten Tapanuli Tengah.

Melalui keterlibatan itu, UNITA berupaya menghadirkan kontribusi nyata di tengah masyarakat sekaligus memperkaya pengalaman belajar mahasiswa di luar kelas.

Dalam acara pelepasan tersebut, empat dosen pembimbing sebagai penanggung jawab akademik dan lapangan, yakni Dr Rosalinda Septiani Sitompul SE MM, Juandi Nababan SPd MPd, Holmes Rajagukguk MHum dan Lambok Simatupang SP MP.

Keempat dosen tersebut akan mengawal keseluruhan proses mulai dari tahap pembekalan, koordinasi dengan mitra di lapangan, pemantauan pelaksanaan program, hingga evaluasi dan penyusunan laporan akhir. Pembekalan kepada mahasiswa telah diberikan sebelumnya oleh para dosen pembimbing.

Dalam materi pembekalan, ditekankan sejumlah poin penting, antara lain pentingnya menjaga keselamatan diri, memahami konteks sosial dan budaya setempat serta menjunjung tinggi etika akademik dan etika pergaulan di masyarakat.

Mahasiswa juga diingatkan untuk disiplin dalam menjalankan jadwal kegiatan, tertib dalam pelaporan dan bertanggung jawab terhadap penggunaan anggaran serta fasilitas yang dipercayakan kepada mereka.

Selain aspek teknis dan administratif, pembekalan juga menyentuh sisi empati dan kepekaan sosial. Mahasiswa diajak menyadari bahwa warga yang terdampak bukan sekadar objek program, melainkan mitra yang memiliki pengalaman, pengetahuan lokal dan martabat yang harus dihormati. Karena itu, pendekatan yang digunakan diharapkan bersifat partisipatif, dialogis, dan memberdayakan, bukan instruktif satu arah.

Editor
: Redaksi
SHARE:
Tags
beritaTerkait
UNITA Raih Anugerah SPMI 2025 dari LLDIKTI Wilayah I Sumut
Universitas Sisingamangaraja XII Tapanuli Peduli Korban Bencana Tapteng
Dihadiri Forkopimda, Natal ASN Pemkab Batubara Jadi Momentum Tingkatkan Pelayanan Publik
Kapolres Wahyu Endrajaya Titipkan Tugas Pengabdian ke Kapolres Tapteng Baru
61 Personel dan 1 PNS Polres Labuhanbatu Naik Pangkat Awal 2026
PDIP Medan dan Komunitas Wu Xing Salurkan Bantuan untuk Korban Banjir-Kebakaran di Belawan
komentar
beritaTerbaru