Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Rabu, 04 Februari 2026

100 Orang Mahasiswa Universitas Sisingamangaraja XII Tapanuli Diterjunkan ke Daerah Bencana di Tapanuli

Redaksi - Rabu, 04 Februari 2026 15:00 WIB
625 view
100 Orang Mahasiswa Universitas Sisingamangaraja XII Tapanuli Diterjunkan ke Daerah Bencana di Tapanuli
Foto: Dok/Dekan Fakultas Ekonomi UNITA
Ketua Umum Yayasan Pendidikan Sisingamangaraja XII Tapanuli Ir GM Chandra Panggabean didampingi Rektor UNITA, Dr Meslin Silalahi MPd, dan para dosen foto bersama 100 orang mahasiswa dari Program Hibah Mahasiswa Berdampak.

Tapanuli Utara(harianSIB.com)

Universitas Sisingamangaraja XII Tapanuli (UNITA) secara resmi melepas 100 orang mahasiswa peserta program Hibah Mahasiswa Berdampak bekerja sama dengan Kemdiktisaintek tahun anggaran 2026 untuk terjun langsung ke dua wilayah terdampak bencana di Tapanuli Utara (Taput) dan Tapanuli Tengah

(Tapteng).

Dalam relis yang diterima SIB, Selasa (3/2), prosesi pelepasan dipimpin oleh Rektor UNITA Dr Meslin Silalahi MPd, Senin (2/2).

Pada kegiatan itu turut hadir Ketua Umum Yayasan Pendidikan Sisingamangaraja XII Tapanuli, Ir GM Chandra Panggabean.

Baca Juga:
Pelepasan yang dilakukan oleh Rektor itu disaksikan Ir GM Chandra Panggabean dan menjadi titik awal dari rangkaian panjang proses belajar bersama di lapangan.

Meslin Silalahi dalam arahannya menyampaikan, para mahasiswa supaya tetap disiplin, menjaga etika dan tanggung jawab selama menjalankan kegiatan di lapangan. "Bahwa kepercayaan yang diberikan kepada mahasiswa untuk hadir di tengah masyarakat yang baru saja dilanda bencana bukanlah hal yang ringan. Mahasiswa diminta menjaga diri, menjaga nama baik institusi serta menunjukkan sikap yang santun dan profesional di lokasi pengabdian," imbaunya.

Rektor juga mengingatkan pentingnya disiplin waktu, kepatuhan terhadap arahan dosen pembimbing dan aparat setempat serta kepekaan terhadap kondisi psikologis dan sosial warga yang menjadi sasaran program.

Rektor menjelaskan, melalui pelepasan 100 orang Mahasiswa Berdampak ini, UNITA menjadi perguruan tinggi yang hadir di garis depan dalam penguatan

ketahanan masyarakat di Sumut.

"Di tengah meningkatnya frekuensi dan dampak bencana hidrometeorologis maupun geologis, kolaborasi antara dunia kampus dan masyarakat menjadi kebutuhan mendesak. Program hibah yang menyasar mitigasi bencana, pemulihan psikososial, serta penguatan ekonomi lokal diharapkan menjadi

model praktik yang baik dan dapat direplikasi di wilayah lain," jelasnya.

Rektor menegaskan, keberhasilan program ini akan sangat ditentukan oleh sinergi antara mahasiswa, dosen pembimbing, yayasan, pemerintah daerah dan masyarakat setempat.

Sementara itu, GM Chandra Panggabean pada kesempatan itu menyampaikan dukungan penuh yayasan terhadap berbagai inisiatif yang menghubungkan

kampus dengan kebutuhan nyata masyarakat.

"Program semacam ini sejalan dengan visi yayasan untuk melahirkan lulusan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga peka terhadap persoalan sosial dan mampu memberikan kontribusi nyata bagi daerahnya," terangnya.

Chandra juga memberikan motivasi langsung kepada para mahasiswa. Bahwa pengalaman terjun ke daerah bencana akan menjadi pelajaran hidup yang berharga dan tidak akan didapatkan hanya dari buku teks.

"Mahasiswa diharapkan mampu memaknai program ini sebagai kesempatan mengasah kepemimpinan, kemampuan beradaptasi, keterampilan komunikasi

serta kemampuan bekerja dalam tim di situasi yang menantang," jelasnya.

Ia juga mengajak mahasiswa menjaga kesehatan fisik dan mental sehingga dapat menjalankan tugas dengan baik sampai akhir program.

Program Hibah Mahasiswa Berdampak yang sedang dijalankan itu memuat dua judul utama. Pertama, Pengelolaan Mitigasi Bencana untuk Mengurangi Risiko Sosial, Ekonomi, Kesehatan, dan Meningkatkan Ketahanan Masyarakat di Desa Sibalanga Kabupaten Tapanuli Utara.

Program itu berfokus pada penguatan kapasitas masyarakat di Desa Sibalanga yang baru saja mengalami bencana tanah longsor, melalui pendekatan mitigasi bencana, penguatan ekonomi berbasis kakao, serta peningkatan ketahanan sosial dan kesehatan keluarga.

Yang kedua yaitu, "Pemulihan Trauma Psikososial Berbasis Kearifan Lokal Pascabencana Banjir di Kabupaten Tapanuli Tengah-Kota Sibolga. Program itu diarahkan untuk mendampingi masyarakat yang terdampak longsor di wilayah Tapanuli Tengah–Sibolga, dengan fokus pada pemulihan trauma

psikososial, penguatan jejaring sosial, dan pemanfaatan kearifan lokal sebagai medium penyembuhan dan penguatan kembali ikatan komunitas.

Kedua hibah itu menempatkan mahasiswa bukan hanya sebagai pelaksana teknis, tetapi juga sebagai pembelajar yang berkesempatan mengintegrasikan

ilmu pengetahuan dengan realitas sosial di lapangan.

Para mahasiswa yang menjadi peserta program tersebut berasal dari 2 program studi (Prodi) yaitu Program Studi Manajemen Fakultas Ekonomi dan Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) yang diharapkan mampu bekerja secara kolaboratif dan interdisipliner. 100 orang mahasiswa yang diturunkan ke lapangan akan berinteraksi dengan pemerintah desa, tokoh masyarakat, lembaga lokal dan kelompok sasaran seperti petani kakao dan ibu-ibu PKK yang tinggal di 2 daerah bencana yaitu Desa Sibalanga, Kecamatan Adiankoting, Tapanuli Utara dan Desa Simaninggir Kecamatan Sitahuis, Kabupaten Tapanuli Tengah.

Melalui keterlibatan itu, UNITA berupaya menghadirkan kontribusi nyata di tengah masyarakat sekaligus memperkaya pengalaman belajar mahasiswa di luar kelas.

Dalam acara pelepasan tersebut, empat dosen pembimbing sebagai penanggung jawab akademik dan lapangan, yakni Dr Rosalinda Septiani Sitompul SE MM, Juandi Nababan SPd MPd, Holmes Rajagukguk MHum dan Lambok Simatupang SP MP.

Keempat dosen tersebut akan mengawal keseluruhan proses mulai dari tahap pembekalan, koordinasi dengan mitra di lapangan, pemantauan pelaksanaan program, hingga evaluasi dan penyusunan laporan akhir. Pembekalan kepada mahasiswa telah diberikan sebelumnya oleh para dosen pembimbing.

Dalam materi pembekalan, ditekankan sejumlah poin penting, antara lain pentingnya menjaga keselamatan diri, memahami konteks sosial dan budaya setempat serta menjunjung tinggi etika akademik dan etika pergaulan di masyarakat.

Mahasiswa juga diingatkan untuk disiplin dalam menjalankan jadwal kegiatan, tertib dalam pelaporan dan bertanggung jawab terhadap penggunaan anggaran serta fasilitas yang dipercayakan kepada mereka.

Selain aspek teknis dan administratif, pembekalan juga menyentuh sisi empati dan kepekaan sosial. Mahasiswa diajak menyadari bahwa warga yang terdampak bukan sekadar objek program, melainkan mitra yang memiliki pengalaman, pengetahuan lokal dan martabat yang harus dihormati. Karena itu, pendekatan yang digunakan diharapkan bersifat partisipatif, dialogis, dan memberdayakan, bukan instruktif satu arah.

Mahasiswa juga didorong untuk banyak mendengar, mengamati dan belajar dari masyarakat, sambil tetap mengimplementasikan ilmu yang telah diperoleh di bangku kuliah.

Suasana pelepasan berlangsung khidmat dan mahasiswa yang akan berangkat terlihat sangat semangat. Mereka menyadari bahwa tugas yang diemban bukan sekadar memenuhi kewajiban akademik melainkan juga amanah moral untuk bersama-sama warga bangkit dari dampak bencana.

Sebagian mahasiswa akan berfokus di Desa Sibalanga, Kecamatan Adiankoting Koting mendukung penguatan mitigasi bencana dan pengembangan ekonomi berbasis kakao. Kemudian mahasiswa yang lain akan diarahkan ke wilayah Desa Simaninggir, Kecamatan Sitahuis Kabupaten Tapanuli Tengah, untuk mendampingi pemulihan psikososial korban bencana.

Jika dihayati dengan sungguh- sungguh, pengalaman itu bukan hanya berdampak bagi masyarakat yang terdampak bencana, tetapi juga akan membentuk

karakter dan kepekaan generasi muda yang kelak memegang tongkat estafet pembangunan di daerahnya masing-masing. (**)

Editor
: Redaksi
SHARE:
Tags
beritaTerkait
UNITA Raih Anugerah SPMI 2025 dari LLDIKTI Wilayah I Sumut
Universitas Sisingamangaraja XII Tapanuli Peduli Korban Bencana Tapteng
Dihadiri Forkopimda, Natal ASN Pemkab Batubara Jadi Momentum Tingkatkan Pelayanan Publik
Kapolres Wahyu Endrajaya Titipkan Tugas Pengabdian ke Kapolres Tapteng Baru
61 Personel dan 1 PNS Polres Labuhanbatu Naik Pangkat Awal 2026
PDIP Medan dan Komunitas Wu Xing Salurkan Bantuan untuk Korban Banjir-Kebakaran di Belawan
komentar
beritaTerbaru