Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Senin, 06 April 2026

Kisah Perjuangan Fhandy Sitanggang Penyandang Difabel Menghidupi Anak dan Istri

Jheslin M Girsang - Selasa, 10 Februari 2026 15:59 WIB
276 view
Kisah Perjuangan Fhandy Sitanggang Penyandang Difabel Menghidupi Anak dan Istri
Foto: harianSIB.com/Jheslin M Girsang
Fhandy Barita Sitanggang bersama anak dan istri di Sondiraya, Kecamatan Raya, Kabupaten Simalungun, Selasa (10/2/2026).

Simalungun(harianSIB.com)

Fhandy Barita Sitanggang (31), warga Kelurahan Sondiraya, Kecamatan Raya, Kabupaten Simalungun, mengalami cacat kedua kaki dan kedua tangannya sejak lahir.

Meski dengan kondisi fisik yang demikian, ia berjuang keras untuk bisa menghidupi anak dan istrinya.

Fhandy pun merasakan kebahagiaan yang luar biasa bersama sang istri, Minta Dame Siringoringo (31 tahun), setelah dikaruniai Tuhan dua putra, yaitu Gibran (7 tahun) dan Gabriel (4 tahun).

Dalam mencukupi kebutuhan keluarga, Fhandy bekerja keras membuka usaha warung kopi dan beternak babi, yang mendapat dukungan kuat dari sang istri.

Baca Juga:

Penyandang difabel, Fhandy Barita Sitanggang berjuang membersihkan kandang ternak babi di Sondiraya, Kecamatan Raya, Simalungun, Selasa (10/2/2026). (Foto: harianSIB.com/Jheslin M Girsang)

Dalam keseharian mereka, sang istri fokus pada usaha warung kopi. Sementara suami berjuang dengan keterbatasan fisik untuk membersihkan kandang ternak dan memberikan pakan ternak.

Di tengah menghadapi tantangan berat, Fhandy mampu mengendarai betor atau becak bermotor untuk mengangkut pakan ternak. Bahkan, sekuat tenaga menyapu bersih kotoran ternak yang berserakan di dalam kandang. Hal ini dilakukan demi menghidupi anak-anaknya.

Ditemui harianSIB.com, Selasa (10/2/2026), Fhandy berharap atensi pemerintah untuk memberikan kepedulian kepada keluarganya. Permintaannya pun tidak berlebihan, hanya diminta satu unit betor untuk menggantikan betornya yang kerap rusak sehingga harus masuk bengkel dan mengeluarkan biaya tambahan.

Fhandy juga menyatakan rasa bahagianya mempersunting wanita pujaannya itu. Keduanya menerima apa adanya dan sependapat menjalin hubungan baik seumur hidup.

Di sisi lain, Fandhy sangat mengilhami firman Tuhan dari 2 Korintus 12 : 9 berbunyi, "Tetapi jawab Tuhan kepadaku: 'Cukuplah kasih karunia-Ku bagimu, sebab justru dalam kelemahanlah kuasa-Ku menjadi sempurna.' Sebab itu terlebih suka aku bermegah atas kelemahanku, supaya kuasa Kristus turun menaungi aku."

Ayat ini menegaskan bahwa dalam keterbatasan manusia, kuasa Allah bekerja maksimal. (**)

Editor
: Donna Hutagalung
SHARE:
Tags
beritaTerkait
Polres Gelar Turnamen Sepakbola Piala Kapolres Simalungun
Anggota DPR RI Martin Hutabarat Komit Perjuangkan Pemekaran Kabupaten Simalungun
Lurah di Kabupaten Simalungun Diharapkan Prioritaskan Pembangunan Jaling
Sekda Simalungun Buka Bursa Inovasi Desa
35 Peserta Ikuti Uji Kompetensi Wartawan Angkatan XX di Simalungun
Himapsi Harapkan Setiap Desa di Simalungun Miliki Perpustakaan
komentar
beritaTerbaru