Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Selasa, 10 Februari 2026

Shio Kuda Api 2026 Diyakini Bawa Energi Perubahan dan Peluang Baru

Andomaraja Paga Sitio - Selasa, 10 Februari 2026 16:23 WIB
148 view
Shio Kuda Api 2026 Diyakini Bawa Energi Perubahan dan Peluang Baru
Foto: harianSIB.com/Andomaraja Sitio
Bhiksu Prabha Jaya didampingi Sekretaris Walubi Pematangsiantar Chandra saat memberikan keterangan di Vihara Avalokitesvara, Jalan Pusuk Buhit, Kecamatan Siantar Selatan, Selasa (10/2/2026).

Pematangsiantar(harianSIB.com)

Perayaan Tahun Baru Imlek 2577 Kongzili yang jatuh pada 17 Februari 2026 menandai masuknya Tahun Shio Kuda dengan unsur api atau dikenal sebagai Tahun Kuda Api.

Dalam kepercayaan Tionghoa, shio tersebut diyakini membawa semangat perubahan, energi baru, serta dinamika kehidupan yang lebih aktif.

Hal tersebut disampaikan Bhiksu Prabha Jaya Avalokitesvara, didampingi Sekretaris Walubi Pematangsiantar, Chandra saat dimintai tanggapan jurnalis harianSIB.com dikawasan Vihara Avalokitesvara, Jalan Pusuk Buhit, Kecamatan Siantar Selatan, Selasa (10/2/2026).

Ia menjelaskan, Shio Kuda Api melambangkan pergerakan cepat, daya juang tinggi, serta semangat untuk bertransformasi menuju kehidupan yang lebih baik.

Menurutnya, momentum tahun baru ini diharapkan dapat menjadi refleksi bagi seluruh masyarakat, tidak hanya umat Tionghoa, tetapi juga semua kalangan, agar mampu meninggalkan pengalaman kurang baik di masa lalu dan berbenah diri demi kemajuan dalam pendidikan, pekerjaan, maupun kehidupan sosial.

"Semoga seluruh umat beragama, tidak hanya umat Tionghoa, dapat semakin bersatu, hidup rukun, dan bersama-sama membangun kehidupan yang lebih baik," ujarnya.

Chandra menambahkan, dalam tradisi Tionghoa terdapat 12 shio yang berputar setiap 12 tahun dan dipengaruhi lima unsur utama, yakni logam, kayu, air, api, dan tanah. Pada 2026, unsur api dipercaya memberi energi besar yang menghadirkan tantangan sekaligus peluang, sehingga masyarakat diharapkan lebih adaptif, gesit, dan berani mengambil langkah untuk meraih keberhasilan.

Ia juga menegaskan, Imlek merupakan perayaan pergantian tahun bagi masyarakat Tionghoa secara budaya, tidak terbatas pada umat Buddha, melainkan tradisi yang telah mengakar dalam kehidupan sosial masyarakat Tionghoa.

Menariknya, perayaan Imlek tahun ini berdekatan dengan bulan suci Ramadan yang diperkirakan dimulai pada 19 Februari 2026. Kedekatan dua momentum keagamaan tersebut diharapkan semakin memperkuat nilai toleransi, saling menghormati, serta mempererat kebersamaan antar umat beragama di Indonesia. (**)

Editor
: Wilfred Manullang
SHARE:
Tags
beritaTerkait
komentar
beritaTerbaru