Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Kamis, 19 Februari 2026

Cegah Rabies, Dinas Pertanian Nias Jemput Bola Vaksinasi Anjing

Normalius Gori - Kamis, 19 Februari 2026 16:25 WIB
143 view
Cegah Rabies, Dinas Pertanian Nias Jemput Bola Vaksinasi Anjing
(Foto: harianSIB.com/Normalius Gori)
Petugas dari Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan, Peternakan Kabupaten Nias (kanan), melakukan vaksinasi pada hewan peliharaan warga untuk mencegah penyakit rabies, Kamis (19/2/2026).

Nias(harianSIB.com)

Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan dan Perikanan Kabupaten Nias menggencarkan vaksinasi hewan penular rabies (HPR) dengan turun langsung ke rumah-rumah warga di Desa Saitagaramba, Kecamatan Sogaedu, Kamis (19/2/2026).

Langkah jemput bola ini dilakukan untuk melindungi masyarakat dari ancaman rabies yang dapat menular melalui gigitan hewan, terutama anjing.

Kepala Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan dan Perikanan Kabupaten Nias, Taondrasi Mendrofa, kepada Jurnalis SIB News Network (SNN), Kamis (19/2/2026), mengatakan vaksinasi diberikan secara gratis guna memperluas cakupan perlindungan.

"Program ini merupakan langkah preventif untuk menekan risiko penularan rabies di tengah masyarakat. Kami turun langsung agar cakupan vaksinasi bisa maksimal," ujar Taondrasi.

Baca Juga:
Ia menegaskan, rabies merupakan penyakit mematikan apabila tidak segera ditangani. Karena itu, upaya pencegahan harus dilakukan secara masif dan berkelanjutan.

Selain penyuntikan vaksin, petugas juga memberikan edukasi kepada warga mengenai pentingnya menjaga kesehatan hewan peliharaan dan mengenali gejala rabies sejak dini. Warga diimbau segera melapor jika menemukan hewan dengan perilaku agresif atau menunjukkan tanda-tanda terjangkit rabies.

Editor
: Redaksi
SHARE:
Tags
beritaTerkait
Cegah PMK, Pemko Binjai Vaksinasi Hewan Ternak Sapi
Menuju Indonesia Emas 2045, Medan Pacu Cakupan Imunisasi Anak
Puan Ingatkan Lonjakan Kasus Influenza A, Bisa Bebani Fasilitas Kesehatan
Sergai Genjot Vaksinasi Hewan, Cegah Rabies dan Penyakit Menular Lainnya
WHO Ingatkan Lonjakan Kasus Covid di Asia Tenggara
AS Instruksikan Produsen Vaksin COVID-19 Cantumkan Risiko Gangguan Jantung
komentar
beritaTerbaru