Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Jumat, 20 Februari 2026

Gunakan Teknologi Mambis, Tim Inafis dan Unit Gakkum Polres Simalungun Identifikasi Korban Laka

Jheslin M Girsang - Jumat, 20 Februari 2026 11:51 WIB
89 view
Gunakan Teknologi Mambis, Tim Inafis dan Unit Gakkum Polres Simalungun Identifikasi Korban Laka
Foto: Dok/Polres
Identifikasi: Unit Gakkum Sat Lantas Polres Simalungun identifikasi korban kecelakaan lalu lintas yang diduga ODGJ, Rabu (18/2).

Simalungun(harianSIB.com)

Tim Inafis dan Unit Gakkum Sat Lantas Polres Simalungun masih berupaya untuk mengidentifikasi korban kecelakaan lalu lintas yang diduga ODGJ (Orang Dengan Gangguan Jiwa), di jalan lintas jurusan Pematangsiantar-Parapat.

Meski telah menerapkan teknologi, identitas korban masih misterius. Kini, Tim Inafis berkolaborasi dengan Unit Gakkum menggunakan alat Mambis (Management Biometric System).

Kanit Gakkum Sat Lantas Polres Simalungun Ipda Yancen Hutabarat, Jumat (20/2/2026), mengatakan, Unit Inafis telah bekerja sama dengan Unit Gakkum menggunakan alat Mambis yang berfungsi sebagai daktiloskopi untuk mencari data korban, namun belum ditemukan data korban.

Menurutnya, korban kemungkinan belum pernah melakukan perekaman data biometrik atau tidak memiliki dokumen kependudukan, sehingga belum ditemukan data korban.

Baca Juga:
"Kami menggunakan teknologi Mambis yang merupakan sistem biometrik canggih milik Polri. Alat ini berfungsi untuk mencocokan sidik jari korban dengan database kependudukan nasional," ungkap Yancen.

Kendati demikian, kolaborasi Tim Inafis dan Unit Gakkum menunjukkan keseriusan Polres Simalungun dalam mengidentifikasi korban. Inafis menerapkan keahlian forensik dan teknologi, sedangkan Unit Gakkum menggunakan data lalu lintas dan investigasi.

"Meski belum berhasil, kami akan terus menggunakan semua cara, baik teknologi maupun konvensional untuk mengembalikan jenazah korban kepada keluarganya," tuturnya.

Kecelakaan itu terjadi di Dusun Marihatdolok, Nagori Dolokparmonangan, Kecamatan Dolokpanribuan, pada Selasa malam (17/2/2026). Korban meninggal dunia diduga setelah ditabrak mobil angkutan umum.

Menurut Yancen, pengemudi mobil angkutan umum, Libel Desfernando Haloho (23) dalam keadaan sehat jasmani dan rohani saat kejadian itu dan dapat menunjukkan SIM dan STNK lengkap. Sementara korban adalah pejalan kaki yang belum diketahui identitasnya.

"Kami menduga korban adalah Orang Dengan Gangguan Jiwa. Hingga saat ini, identitas korban belum diketahui dan belum ada keluarga yang melapor," ujar Yancen.

Berdasarkan olah TKP, katanya, kronologi kejadian bermula saat mobil angkutan umum melaju dari arah Parapat menuju Pematangsiantar. Setibanya di TKP, seorang pejalan kaki tiba-tiba menyeberang jalan dari sisi kiri ke kanan jurusan Pematangsiantar.

"Pengemudi tidak sempat menghindari karena pejalan kaki muncul tiba-tiba, sehingga terjadi tabrakan yang mengakibatkan pejalan kaki terpental ke badan jalan dan meninggal dunia," ungkap Yancen.

Mengetahui kejadian itu, Unit Gakkum Sat Lantas mendatangi TKP serta melakukan pengamanan lokasi, pengaturan arus lalu lintas, olah TKP, pemotretan dan mengamankan barang bukti. Analisis faktor menunjukkan pengemudi dalam kondisi sehat dan kendaraan memenuhi standar keselamatan.

"Faktor utama adalah pejalan kaki yang diduga mengalami gangguan jiwa tiba-tiba menyeberang jalan tanpa memperhatikan kendaraan yang lewat," ujarnya.

Yancen meminta masyarakat agar melapor ke Unit Gakkum Sat Lantas jika mengenal korban. Jenazah korban kini berada di satu rumah sakit menunggu diserahkan kepada keluarganya. (**)

Editor
: Robert Banjarnahor
SHARE:
Tags
beritaTerkait
Ruko Dua Lantai di Tanjungberingin Hangus Terbakar
Pria Lajang Ditemukan Tewas Hanyut di Sungai Belumai Tanjungmorawa
Warga Digegerkan dengan Temuan Mayat Pria di Tepi Sungai Bah Bolon
Seorang Pria Tewas Diduga Bunuh Diri dari Lantai 15 Apartemen di Medan Area
Mr X Ditemukan Tewas di Depan Ruko Kosong
Mayat Mr X Ditemukan di Pinggir Sungai Jalan Klambir V
komentar
beritaTerbaru