Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Minggu, 22 Februari 2026

Pedagang di Tapteng Sebut Harga Komoditas Belum Stabil

Rosianna Anugerah Hutabarat - Sabtu, 21 Februari 2026 20:46 WIB
144 view
Pedagang di Tapteng Sebut Harga Komoditas Belum Stabil
Foto: harianSIB.com / Rosianna Anugerah Hutabarat
Aktivitas Pasar Onan Sibuluan, Tapanuli Tengah, Sabtu (21/2/2026).

Tapteng(harianSIB.com)

Kondisi harga komoditas yang belum stabil di Tapteng terjadi seiring meningkatnya kebutuhan masyarakat jelang dan selama bulan Ramadhan.

Boru Ginting, pedagang cabai mengaku, harga cabai, bawang dan lainnya masih tergolong tidak stabil yang dipengaruhi kurangnya pasokan barang dari Berastagi.

"Kalau harga cabai Rp 20 ribu, tomat Rp 8 ribu per kilogram itu baru stabil," ucapnya.

Perempuan paruh baya ini mengungkapkan, barometer harga terlihat jika stok komoditas di Berastagi melimpah atau tidak.

Baca Juga:
"Kalau pasokan dari sana lancar dan jumlahnya cukup banyak, harga di sini otomatis akan turun dan stabil. Karena toke di Medan juga minta barang dari petani di Toba," jelasnya.

Pantauan harianSIB.com, Sabtu (21/2/2026), harga komoditas di Pasar Onan Sibuluan, Tapanuli Tengah seperti cabai masih tetap Rp 35 ribu per kilogram, tomat Rp 15 ribu per kilogram, bawang merah Rp 40 ribu per kilogram, bawang putih Rp 40 ribu per kilogram, cabe hijau Rp 30 ribu, cabai rawit Rp 40 ribu, wortel Rp 10 ribu.

Sementara itu, beras KiTA dibanderol dengan Rp 60 ribu per lima kilogram, Minyak KiTA Rp 17 ribu per kilogram, telur Rp 54 ribu, daging ayam Rp 36 ribu per kilogram.

Mesti Siregar, warga Sibuluan mengatakan meski perbedaan harga dibandingkan standar yang dianggap normal, baginya masih lumrah sepanjang stok komoditi pangan masih tersedia.

"Mau bagaimana lagi, karena memang kebutuhan pangan di bulan Ramadhan memang meningkat dibandingkan hari biasanya," ucapnya.

Mesti berharap agar instansi terkait tetap memantau perkembangan harga secara berkala dan mengambil langkah preventif jika ada tanda-tanda kenaikan yang tidak wajar, apalagi di tengah kondisi ekonomi masyarakat Tapteng yang belum pulih pascabencana.

"Mengantisipasi pihak pihak tertentu mengambil keuntungan dengan menaikkan harga secara sepihak," tandasnya. (**)

Editor
: Eva Rina Pelawi
SHARE:
Tags
beritaTerkait
BCA Expoversary 2026 Hadir di Medan, Banyak Diskon KPR, KKB dan KSM
Prabowo: Indonesia Mampu Berdiri di Atas Kaki Sendiri Menuju Kemandirian Nasional
Bupati Humbahas Panen Kentang Bersama BUMDes Sipalakki Makmur
Tekan Angka Pengangguran, Pemprov Sumut Buka Kesempatan Magang ke Jepang
FSKMP Ancam Laporkan I Gusti Ngurah Jaya Negara Usai Sebut Penonaktifan PBI JK Perintah Prabowo Subianto
Jalan Menuju Nias Utara Bagaikan Kubangan Kerbau, Hambat Aktivitas Warga
komentar
beritaTerbaru