Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Kamis, 26 Februari 2026

8 Desa di Taput dan Tapteng Masih Tertimbun Longsor

Redaksi - Kamis, 26 Februari 2026 17:40 WIB
131 view
8 Desa di Taput dan Tapteng Masih Tertimbun Longsor
DOK. POLRES TAPANULI TENGAH).(DOK. POLRES TAPANULI TENGAH
Kondisi jalan nasional yang menghubungkan antara Kota Sibolga - Tapanuli Tengah - Tapanuli Utara (Tarutung), di Dusun Sigarupu, Desa Mardame, Kecamatan Sitahuis, tertimbun longsor, Senin (16/2/2026). Dan tidak dapat dilalui.

Tapteng(harianSIB.com)

Banjir dan longsor di Kabupaten Tapanuli Utara (Taput) dan Tapanuli Tengah (Tapteng) sudah terjadi empat bulan lalu. Namun, hingga saat ini, total delapan desa di sana masih tertimbun material longsor.

Rincian lokasi terdampak di Taput meliputi Kecamatan Sipoholon dan Parmonangan. Lokasinya Desa Rura Julu Tomuan, Pertengahan, Huta Tua, dan Hutajulu Parbalik.

"Sementara di Tapteng, wilayah dengan akses terbatas terdapat di Kecamatan Tukka dan Sibabangun, meliputi Desa Saur Manggita, Desa Sait Kalangan Dua, Desa Sigiring-giring dan Desa Sibio-bio," ujar Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sumut, Basarin Yunus Tanjung dalam keterangan tertulisnya, Kamis (26/2/2026)

Dikutip dari kompas.com, Basarin mengatakan, meskipun wilayah tersebut masih terdampak bencana, lokasinya masih dapat dijangkau dengan kendaraan roda dua dan berjalan kaki.

Baca Juga:
Namun, untuk kendaraan roda empat, akses baru dapat dilalui setelah dilakukan perbaikan jalan dan jembatan.

"Kami juga melakukan penggalian timbunan di sepanjang jalan desa tersebut dan jembatan yang rusak diperbaiki. Kalau cuaca mendukung ini bisa progresnya selesai pada bulan Maret nanti, kami harapkan cuaca mendukung," kata Basarin.

Basarin juga mengatakan, mengingat banjir susulan yang kembali terjadi di kedua wilayah 11 dan 16 Februari 2026, Pemprov Sumut juga telah melakukan operasi modifikasi cuaca untuk mengantisipasi dampak lanjutan. Upaya ini dilakukan agar penyebaran curah hujan tidak terkonsentrasi di satu titik.

"Operasi modifikasi cuaca ini sudah kami lakukan pada tanggal 18-21 Februari di dua titik, yakni di Bandara Silangit dan Bandara Kualanamu. Kami harapkan dengan operasi modifikasi cuaca ini untuk beberapa hari ke depan tidak terjadi lagi hujan di Tapteng," ujar Basarin.

Sebelumnya diberitakan banjir dan longsor menerjang 18 kabupaten/kota di Sumut pada 25 November 2025. Masyarakat yang terdampak bencana tersebut tercatat sebanyak 1.803.725 jiwa.

Jumlah pengungsi hingga saat ini 3.506 jiwa. Sementara korban meninggal dunia 376 jiwa dan korban hilang 40 jiwa. (*)

Editor
: Redaksi
SHARE:
Tags
beritaTerkait
Jalan Lintas Simpang Tiga Limbong Sianjur Mula-Mula Tertimbun Longsor
5 Petani Tewas Tertimbun Longsor Brebes, 15 Orang Hilang
Mobil Tertimbun Longsor di Underpass Bandara Soetta, Seorang Tewas
6 Orang Sekeluarga Tertimbun Longsor di Bogor
Jalan Menuju Desa Batahan Kotanopan Kembali Tertimbun Longsor
Jalan Tertimbun Longsor, 87 KK Warga Rimo Bunga Karo Terisolir
komentar
beritaTerbaru