Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Selasa, 03 Maret 2026

Ephorus HKBP Minta Jemaat Tidak Terpancing Emosi soal Konflik Israel-AS-Iran

Anwar Lubis - Senin, 02 Maret 2026 22:52 WIB
135 view

Taput(harianSIB.com)

Ephorus Huria Kristen Batak Protestan (HKBP), Pdt Dr Victor Tinambunan MST, meminta seluruh jemaat HKBP untuk tidak terpancing emosi dan tidak bersikap tergesa-gesa dalam menyikapi eskalasi konflik antara Israel, Amerika Serikat (AS) dan Iran yang tengah mengguncang stabilitas geopolitik Timur Tengah.

Permintaan itu disampaikan melalui Surat Pastoral resmi bernomor 238/L08/III/2026 yang ditandatangani di Pearaja, Tarutung, Senin (2/3/2026). Surat tersebut menjadi pernyataan resmi dan sikap kelembagaan HKBP sebagai salah satu gereja Protestan terbesar di Indonesia terhadap situasi global yang dinilai semakin kompleks dan sensitif.

"Sebagai umat percaya, kita dipanggil untuk menahan diri dari penilaian yang tergesa-gesa dan reaksi emosional. Kita perlu bersikap arif, jernih dan bertanggung jawab, sembari tetap peka terhadap penderitaan kemanusiaan yang timbul," demikian bunyi surat tersebut.

Dalam surat pastoral itu, Ephorus HKBP mengakui bahwa dinamika konflik Israel-AS-Iran tidak berdiri sendiri. Konflik tersebut terkait erat dengan sejarah panjang rivalitas regional, isu keamanan, aliansi strategis global, serta perkembangan politik dan militer yang terus berubah.

Baca Juga:
Karena itu, HKBP menilai penting bagi umat untuk tidak bersikap seolah mengetahui segalanya. Gereja mengingatkan bahwa jemaat tidak memiliki akses penuh terhadap informasi diplomatik maupun pertimbangan strategis yang melatarbelakangi konflik tersebut.

Selain dampak kemanusiaan berupa korban jiwa dan kerusakan infrastruktur, HKBP juga menyoroti dampak ekonomi dari konflik bersenjata yang tak mengenal batas negara itu.

Perang, menurut surat tersebut, berpotensi mengguncang stabilitas ekonomi global, memengaruhi rantai pasok, serta mendorong kenaikan harga energi dan kebutuhan pokok yang langsung dirasakan masyarakat luas, termasuk di Indonesia.

Salah satu poin paling tegas dalam surat pastoral ini adalah seruan agar jemaat HKBP tidak membiarkan konflik global memecah belah kebersamaan di dalam negeri.

Ephorus HKBP secara khusus mengingatkan agar umat menghindari penyebaran informasi yang belum terverifikasi, hoaks, maupun ujaran kebencian yang dapat merusak persatuan bangsa.

"Sebagai warga Negara Kesatuan Republik Indonesia, kita wajib menjaga kerukunan, persaudaraan, dan keutuhan sosial. Jangan biarkan konflik global memecah belah kebersamaan kita," demikian penegasan dalam surat tersebut.

Di tengah ketidakpastian ekonomi akibat gejolak perang, jemaat juga diminta untuk mengelola keuangan secara bijak, memprioritaskan kebutuhan yang mendasar dan mempererat solidaritas terhadap sesama yang terdampak.

Menutup surat pastoralnya, Pdt Dr Victor Tinambunan menegaskan, bahwa ketidakmampuan menghentikan perang secara langsung bukan alasan untuk berdiam diri atau justru memperkeruh keadaan. Setiap orang, kata dia, tetap memiliki kuasa untuk memilih sikapnya sendiri.

"Kita mungkin tidak memiliki kuasa untuk menghentikan peperangan dengan tangan kita. Namun kita memiliki kuasa untuk memilih sikap, yakni tidak menyulut kebencian, tidak memperluas permusuhan, dan tetap menjadi pembawa damai," tulisnya.

Surat itu ditutup dengan landasan teologis dari Injil Matius 5:9, "Berbahagialah orang yang membawa damai, karena mereka akan disebut anak-anak Allah" sekaligus doa agar Tuhan Yesus Kristus, Sang Raja Damai, meneguhkan hati jemaat untuk tetap berdiri dalam iman, pengharapan, dan kasih (**)

Editor
: Eva Rina Pelawi
SHARE:
Tags
beritaTerkait
Merdi Sihombing: Ulos Sakral Jangan Dipotong demi Fesyen
HKBP Sirantau Laksanakan Pemeriksaan Kesehatan Gratis bagi Jemaat
HKBP Hapus 85 Akun Palsu di Facebook dan Instagram, Lebih dari 100 Akun Resmi Dilegitimasi
Terkait Ratusan Siswa di Dairi Keracunan, Dinkes Sumut: Hasil Uji Lab Temukan Mikrobiologi pada Sampel MBG
Penjual Gugat Lahan HKBP Sion Medan Yang Sudah Dijual di PN Lubukpakam
HKBP Kramat Jati Bekali 81 Parhalado dengan Semangat "Totama"
komentar
beritaTerbaru