Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Rabu, 04 Maret 2026

Menunggu Janji Pemerintah, Penyintas Bencana Tapteng Berhutang Tutupi Kebutuhan

Rosianna Anugerah Hutabarat - Selasa, 03 Maret 2026 20:02 WIB
192 view
Menunggu Janji Pemerintah, Penyintas Bencana Tapteng Berhutang Tutupi Kebutuhan
Foto: harianSIB.com/Rosianna Anugerah Hutabarat
Tulus Parlindungan Sihombing di biliknya Huntara Pinangsori.

Dia mengungkapkan, keadaan ini juga dialami warga Huntara lainnya. Sebab, mata pencaharian mereka juga adalah petani karet, durian dan hasil kebun lainnya.

"Jika pun ada bantuan pangan dari donatur ke Huntara, maka harus dibagi rata. Kalau tidak ada, ya sabar-sabar. Itu aja, kami sudah lelah menghadapi bencana ini," ujar pria yang juga Ketua Badan Kemakmuran Masjid tersebut dengan mata berkaca-kaca.

Untuk itu, ia meminta agar Presiden RI Prabowo Subianto melalui kabinetnya segera merealisasikan bantuan jaminan hidup yang menjadi hak mereka.

"Kepada bapak Prabowo agar segera memperhatikan kami, jangan sampai kami putus asa karena tidak ada perhatian dari pemerintah pusat," tutupnya.

Dikonfimasi ke Kepala Desa Pagaran Honas, Herianto membenarkan bahwa bantuan dari Kemensos RI sampai saat ini belum cair.

"Iya belum cair bu," ucapnya singkat, Senin (2/3/2026).

Sebelumnya, pemerintah pusat mengklaim sudah melakukan berbagai upaya kebijakan untuk rekontruksi dan penanganan korban bencana. Lantas bagaimana dengan jaminan hidup penyintas bencana seperti pangan dan keperluan sekolah, pemerintah dinilai lamban menangani ekonomi masyarakat yang lumpuh. (**)

Editor
: Donna Hutagalung
SHARE:
Tags
beritaTerkait
Wabup Tapteng Dampingi Gubsu ke Huntara, Huntap Siap Dihuni Jelang Idulfitri
Korban Bencana Tapteng Tuntut Kemensos RI Cairkan Jaminan Hidup
Organisasi Penyintas Bom Atom Hiroshima-Nagasaki Raih Nobel Perdamaian 2024
Dukung Pemberantasan Terorisme, Inalum Berikan Bantuan Pemulihan kepada Penyintas
Penyintas Covid-19 Bisa Divaksin Setelah Sembuh Tiga Bulan Lebih
SoHibKoe Gelar Aksi Donor Plasma Konvalesen Penyintas Covid-19
komentar
beritaTerbaru