Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Rabu, 04 Maret 2026

Menunggu Janji Pemerintah, Penyintas Bencana Tapteng Berhutang Tutupi Kebutuhan

Rosianna Anugerah Hutabarat - Selasa, 03 Maret 2026 20:02 WIB
189 view
Menunggu Janji Pemerintah, Penyintas Bencana Tapteng Berhutang Tutupi Kebutuhan
Foto: harianSIB.com/Rosianna Anugerah Hutabarat
Tulus Parlindungan Sihombing di biliknya Huntara Pinangsori.

Tapteng(harianSIB.com)

Ratusan keluarga penyintas di Kabupaten Tapanuli Tengah, masih mengalami kesulitan untuk memenuhi kebutuhan dasar sehari-hari. Bencana hiderometerologi tak hanya mululantakkan rumah bahkan merenggut mata pencaharian mereka.

Tulus Parlindungan Sihombing, bersama 46 keluarga penyintas lainnya harus menjadi penghuni huntara Pinangsori karena rumahnya di Pagaran Honas, Badiri, rusak akibat terjangan banjir bandang dan tanah longsor pada 25 November 2025 lalu.

Awal pascabanjir, dia bersama warga Pagaran Honas, Lubuk Ampolu dan sekitarnya tinggal di tenda pengungsian Kebun Pisang. Di sana, dapur umum menyediakan kebutuhan pangan pengungsi, mereka lega, dapat makan tiga kali sehari.

Satu bulan setelahnya, mereka direlokasi ke Huntara Pinangsori. Realita kehidupan berasakan warga, di sini pengungsi harus memasak sendiri untuk keluarga masing-masing, sebab dapur umum tidak lagi disediakan pemerintah.

Baca Juga:
Tulus mengaku hampir putus asa dengan beban berat yang rasakan keluarga karena tidak adanya bantuan setelah satu bulan mengungsi di Huntara di Asrama Haji Pinangsori, Kelurahan Sitonong Bangun, Kecamatan Pinangsori.

Saat ini, dia hanya seorang pengangguran karena kebun masyarakat yang menjadi sumber penghasilannya rusak parah tertimbun longsor.

"Dulu saya berdagang hasil kebun warga, kini tak ada yang mau diusahakan karena modal juga tidak ada," ujarnya lirih kepada harianSIB.com, Senin (2/3/2026).

Dia tinggal dalam bilik berukuran 4x4 bersama istri dan anaknya. Di kamar itu hanya ada kasur, bantal, tumpukan pakaian yang tergulung tak beraturan, rak piring, perlengkapan memasak dan kamar itu juga sekaligus menjadi dapur mereka.

Bagi Tulus hal itu tidak masalah, keluarganya masih bisa bersyukur mendapat tempat berteduh yang layak dari pemerintah, namun kondisi ekonomi yang lumpuh membuat batinnya menangis ketika anak semata wayangnya meminta uang jajan sekolah.

"Untung saja sekolahnya sudah dipindahkan, jika tidak bagaimana untuk biaya ongkosnya lagi," terangnya.

Menurutnya, anak-anak belum paham akan kondisi mereka pascabencana. Sekadar membeli bahan pangan kebutuhan sahur dan berbuka puasa, kini Tulus harus berhutang.

"Saya pengangguran terpaksa berhutang untuk kebutuhan makan. Entah bagaimana saya nanti melunasinya," kata pria satu anak ini.

Dia mengungkapkan, keadaan ini juga dialami warga Huntara lainnya. Sebab, mata pencaharian mereka juga adalah petani karet, durian dan hasil kebun lainnya.

"Jika pun ada bantuan pangan dari donatur ke Huntara, maka harus dibagi rata. Kalau tidak ada, ya sabar-sabar. Itu aja, kami sudah lelah menghadapi bencana ini," ujar pria yang juga Ketua Badan Kemakmuran Masjid tersebut dengan mata berkaca-kaca.

Untuk itu, ia meminta agar Presiden RI Prabowo Subianto melalui kabinetnya segera merealisasikan bantuan jaminan hidup yang menjadi hak mereka.

"Kepada bapak Prabowo agar segera memperhatikan kami, jangan sampai kami putus asa karena tidak ada perhatian dari pemerintah pusat," tutupnya.

Dikonfimasi ke Kepala Desa Pagaran Honas, Herianto membenarkan bahwa bantuan dari Kemensos RI sampai saat ini belum cair.

"Iya belum cair bu," ucapnya singkat, Senin (2/3/2026).

Sebelumnya, pemerintah pusat mengklaim sudah melakukan berbagai upaya kebijakan untuk rekontruksi dan penanganan korban bencana. Lantas bagaimana dengan jaminan hidup penyintas bencana seperti pangan dan keperluan sekolah, pemerintah dinilai lamban menangani ekonomi masyarakat yang lumpuh. (**)

Editor
: Donna Hutagalung
SHARE:
Tags
beritaTerkait
Wabup Tapteng Dampingi Gubsu ke Huntara, Huntap Siap Dihuni Jelang Idulfitri
Korban Bencana Tapteng Tuntut Kemensos RI Cairkan Jaminan Hidup
Organisasi Penyintas Bom Atom Hiroshima-Nagasaki Raih Nobel Perdamaian 2024
Dukung Pemberantasan Terorisme, Inalum Berikan Bantuan Pemulihan kepada Penyintas
Penyintas Covid-19 Bisa Divaksin Setelah Sembuh Tiga Bulan Lebih
SoHibKoe Gelar Aksi Donor Plasma Konvalesen Penyintas Covid-19
komentar
beritaTerbaru