Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Kamis, 05 Maret 2026

Perang AS, Israel dan Iran Memanas, Warga Sergai Mulai Antre BBM

Muhammad Arif Hidayatullah - Kamis, 05 Maret 2026 20:41 WIB
118 view
Perang AS, Israel dan Iran Memanas, Warga Sergai Mulai Antre BBM
Foto: harianSIB.com/ M Arif H
ANTRE: Dampak perang Iran-Israel warga mengantre BBM di SPBU Sukadamai Seibamban, Kamis (5/3/2026).

Sergai(harianSIB.com)

Perang antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran yang terus meningkat mulai memicu kekhawatiran di tengah masyarakat, khususnya terkait ketersediaan bahan bakar minyak (BBM). Kondisi tersebut terlihat di SPBU 14.206.190 Sukadamai, Kecamatan Seibamban, Kabupaten Serdangbedagai (Sergai), Kamis (5/3/2026).

Puluhan kendaraan roda dua maupun roda empat tampak mengantre untuk melakukan pengisian BBM jenis Solar, Pertalite, hingga Pertamax.

Salah seorang pengendara sepeda motor, Jhony, yang ikut mengantre mengatakan antrean panjang baru terjadi pada hari ini.

Ia menduga meningkatnya jumlah pembeli dipicu kekhawatiran masyarakat terhadap dampak konflik di Timur Tengah.

"Baru hari ini saja antre. Tadi malam saya isi BBM tidak seperti ini. Mungkin masyarakat khawatir karena perang antara Amerika Serikat, Israel dan Iran semakin meningkat. Kami juga lihat di berita Selat Hormuz di Iran ditutup, sehingga minyak tidak bisa keluar. Itu yang ditakutkan, kalau nanti BBM jadi sulit didapat," ujarnya kepada wartawan

Meski antrean cukup panjang, seluruh pengendara yang datang masih dapat melakukan pengisian BBM.

Sementara itu, Manager SPBU 14.206.190 Sukadamai, Diki, memastikan stok BBM di SPBU tersebut masih aman dan mampu memenuhi kebutuhan masyarakat.

"Antrean ini baru terjadi hari ini saja. Untuk stok BBM di SPBU kami masih aman. Kemungkinan masyarakat khawatir karena situasi perang di Timur Tengah, sehingga banyak yang datang mengisi BBM," jelasnya.

Hingga berita ini diturunkan, aktivitas pengisian BBM di SPBU tersebut masih berlangsung tertib meskipun antrean kendaraan terlihat memadati area pengisian. (*)

Editor
: Eva Rina Pelawi
SHARE:
Tags
beritaTerkait
komentar
beritaTerbaru