Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Sabtu, 28 Maret 2026

Tapsel Jadi Role Model Nasional, Penanganan Pascabencana Diakui Tercepat

Anwar Lubis - Jumat, 27 Maret 2026 21:34 WIB
150 view
Tapsel Jadi Role Model Nasional, Penanganan Pascabencana Diakui Tercepat
Foto Dok/Kominfo
Suasana haru penyerahan 120 unit Hunian Tetap bagi korban bencana di Dusun Tamansari, Desa Hapesong Baru, Kecamatan Batangtoru, Kabupaten Tapsel, Jumat (27/3/2026). Total 454 unit ditargetkan rampung seluruhnya pada April 2026.

Tapsel(harianSIB.com)

Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel) mendapat pengakuan dari pemerintah pusat sebagai daerah tercepat dalam penanganan pascabencana di Indonesia. Pengakuan tersebut disampaikan Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian saat menyerahkan kunci 120 unit Hunian Tetap (Huntap) tahap pertama di Dusun Tamansari, Desa Hapesong Baru, Kecamatan Batangtoru, Jumat (27/3/2026).

Penyerahan kunci dilakukan Mendagri bersama Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait, disaksikan ratusan warga penerima manfaat serta sejumlah pejabat pusat dan daerah.

Dalam kesempatan itu, Tito menegaskan percepatan penanganan pascabencana di Tapsel tidak terlepas dari kesiapan data penerima manfaat yang akurat dan terverifikasi. "Tapsel menjadi salah satu daerah tercepat. Ini bisa menjadi role model bagi daerah lain. Kolaborasi pemerintah daerah, BPS, TNI-Polri dan seluruh unsur berjalan sangat baik," ujarnya.

Ia menjelaskan, kunci percepatan pembangunan huntap terletak pada penyusunan data by name by address yang diverifikasi Badan Pusat Statistik (BPS). Tito juga mendorong daerah lain untuk meniru pola kerja tersebut, khususnya dalam hal kecepatan dan akurasi pendataan korban.

Baca Juga:
Bupati Tapsel Gus Irawan Pasaribu menyampaikan apresiasi atas dukungan pemerintah pusat sejak awal bencana hingga tahap pemulihan. "Pemerintah pusat hadir luar biasa. Presiden, Wakil Presiden, para menteri terus memberi perhatian, bahkan di hari libur kami tetap berkoordinasi," katanya.

Menurut Gus Irawan, berbagai bantuan telah diterima masyarakat, mulai dari santunan korban meninggal dunia, bantuan rumah rusak, perabotan, bantuan ekonomi produktif hingga jaminan hidup bulanan. "Semua fasilitas negara sebenarnya sudah tersedia. Kuncinya ada pada kecepatan daerah dalam menyiapkan data yang valid," tambahnya.

Editor
: Redaksi
SHARE:
Tags
beritaTerkait
Gereja Pentakosta Sumatera Utara/Pinksterkerk Usul Hapus Pembahasan Sekolah Minggu di UU
Pembangunan PLTA Batangtoru Tidak Ganggu Habitat Orang Utan
Kabareskrim: Tak Ada Aliran Dana ke Tito Karnavian
Sultan Deli Berharap Presiden Jokowi Sukses Pada Pilpres 2019
Parlindungan Purba: DPD RI Dukung Penuh Pembangunan PLTA Batangtoru
Komisi A DPRD Sumut Dukung Pembangunan PLTA Batangtoru
komentar
beritaTerbaru