Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Sabtu, 07 Maret 2026

Atlet Tenis Meja Labuhanbatu Kena Peluru Nyasar

- Jumat, 08 Mei 2015 17:11 WIB
676 view
Atlet Tenis Meja Labuhanbatu Kena Peluru Nyasar
Rantauprapat (SIB)- Atlet tenis meja Labuhanbatu, Stevani Nasution (14), mendadak terkena peluru nyasar, Senin (4/5) sekira pukul 19:30 WIB. Peluru nyasar itu melukai betis kaki kiri atlet Sumatera Utara yang sudah berlaga di tingkat nasional itu.

"Mimi terkena peluru nyasar pas berada di kamar. Padahal kami mau ke Medan test fisik tanggal 8 ini untuk Pekan Olahraga Pelajar Nasional (Popnas) di Bandung," kata ayah korban, Syafaruddin menjawab sejumlah wartawan di rumahnya, Jalan Pasar Lama kawasan Jalan H Adam Malik Rantauprapat.

Syafar menyebut peluru senjata api itu tiba-tiba nyasar masuk ke dalam kamar rumahnya di kawasan Jalan Pasar Lama/H Adam Malik, Lingkungan Sumberbeji Kelurahan Padangbulan Kecamatan Rantau Utara Labuhanbatu.

Kejadian naas itu pas saat Mimi sedang ganti pakaian di kamar rumahnya. Suara ledakan tiba-tiba terdengar, disusul suara dentingan dari atap kamarnya.

Seketika, Mimi pun terkejut dan langsung histeris melihat betis sebelah kirinya telah bersimbah darah.

Mimi, panggilan akrab atlet yang sudah berlaga di tingkat nasional itu, langsung dilarikan ke RSUD Rantauprapat untuk mendapat perawatan medis.

"Aku terkejut, kok betisku panas. Begitu kulihat sudah berdarah, menjeritlah aku," kata Mimi yang ditemui wartawan saat terbaring di ruang UGD RSUD Rantauprapat.

Mimi, pelajar kelas II SMPN 2 Rantau Utara tidak tahu sama sekali apa yang terjadi.

"Yang saya tahu, beberapa saat sebelum kaki saya berdarah, saya mendengar suara ledakan, baru disusul seperti suara lemparan batu di atap seng kamar saya ini," jelas Mimi di kamarnya sepulang dari rumah sakit.

Syafaruddin, ayah Mimi, juga mengaku terkejut saat mendengar suara teriakan tolong dari kamar anak puterinya.

"Kita nggak tahu siapa yang menembakkan. Kami juga nggak ada dengar suara ribut-ribut di sekitar rumah ini, makanya sampai sekarang kita masih penasaran," ujarnya.

Informasi adanya orang menjadi korban peluru nyasar ini langsung menjadi buruan wartawan malam itu. Sejumlah wartawan turun ke RSUD Rantauprapat dan kediaman korban.

Tak berapa lama, belasan anggota Polres Labuhanbatu langsung merapat ke rumah sakit. Kemudian bergerak menuju rumah korban melakukan olah TKP (tempat kejadian perkara).

Polisi memanjat ke atap rumah melihat atap seng yang ditembus peluru nyasar yang diduga milik aparat itu.

Namun tim polisi belum bersedia memberi keterangan kepada wartawan. Polisi juga belum dapat menyimpulkan peluru berukuran 9 milimeter tersebut, milik siapa (Polri apa TNI).

"Nggak ada keterangan apa-apa dari anggota Polres tadi," kesal Syafar. (D9/q)

SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru