Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Jumat, 10 April 2026

Humbahas Miliki “Automatic Weather Station” Bantuan Perancis

* Hanya Humbahasa dan Tanah Karo Mendapat Bantuan AWS
- Minggu, 23 Februari 2014 12:37 WIB
650 view
Humbahas Miliki “Automatic Weather Station” Bantuan Perancis
Humbahas (SIB)           - Kabupaten Humbang Hasundutan (Humbahas) dalam waktu dekat akan memiliki alat/radar pendeteksi curah hujan, kelembaban udara, arah angin, kecepatan angin, dan suhu udara atau yang sering disebut AWS (Automatic Weather Station).

AWS merupakan serangkaian sensor-sensor meteorologi yang disusun secara terpadu dan secara otomatis mencatat data–data meteorologi (suhu, tekanan, kelembaban, penyinaran matahari, curah hujan, angin) yang kemudian menghasilkan pulsa-pulsa elektrik yang akan ditampung dan diubah dalam data logger sehingga dapat ditampilkan pada layar komputer atau translator.

Hal itu diungkapkan Bupati Maddin Sihombing, melalui Sekdakab Saul Situmorang, kepada SIB via selulernya, Jumat (21/2).

Saul mengatakan, AWS merupakan bantuan dari Perancis melalui pemerintah pusat yang memiliki nilai miliaran rupiah. Jika tidak ada halangan, dari hasil pertemuan dan survey lapangan tim dari Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) pusat dan tim dari negara Perancis, awal bulan Juli ini alat itu sudah berada di daerah itu.

“Semalam tim dari BMKG Medan dan pusat serta tim dari Perancis sudah melakukan survey lapangan. Kemungkinan besar alat AWS itu akan dibangun di lokasi Kantor Bupati Humbahas,” katanya.

Dia menjelaskan, peralatan komputerasi dengan sistem online itu bisa mendeteksi radius 30 - 50 kilo meter. Selain itu menurut dia, Humbahas beruntung karena dari beberapa kabupaten/kota di Sumatera Utara, hanya dua kabupaten yang mendapatkan bantuan tersebut.

“Kita mengucapkan terimakasih kepada pemerintah pusat dan Perancis. Mudah-mudahan bantuan itu bisa segera terealisasi. Karena memang hanya dua daerah di Sumut yang mendapatkan bantuan itu, yakni Kabupaten Karo dan Humbahas,” jelasnya.

Dengan adanya AWS tersebut, ke depan kata Saul, daerah itu sudah bisa mendeteksi secara dini kondisi cuaca yang akan terjadi. Termasuk mendeteksi bencana alam yang kemungkinan bisa terjadi.

“Daerah kita kan daerah pertanian, jadi alat AWS itu benar-benar diperlukan. Nantinya para petani akan bisa mengetahui jenis tanaman yang akan ditanam sesuai dengan hasil deteksi cuaca yang kita umumkan,” cetusnya.

Secara terpisah, Kabag Humas Humbahas Osborn Siahaan di ruang kerjanya kepada SIB mengatakan, alasan dipilihnya daerah tersebut menjadi sasaran bantuan negara Perancis adalah perhatian yang apresiasif dari Pemerintah Pusat dan Sumatera Utara.

Selain itu, Humbahas dinilai berbagai pihak sebagai kabupaten yang tertib administrasi serta good governance meskipun usia kabupaten itu masih 10 tahun setelah dimekarkan dari Tapanuli Utara.

Osborn menyampaikan tim yang melakukan kunjungan dan survey lapangan pembangunan alat AWS itu terdiri dari, Mr Sinonean Neny MFI, Gialononi Loii MFI dan Thebault Fabrice MFI (dari  Perancis), mewakili BMKG dari Jakarta Agus Salim Nur, dari BMKG Medan MP Haloho, Rully Octavia H, Desmeri C Napitupulu, dan Arwie Krisnawardhana dari Terindo. (F5/h)







SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru