Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Jumat, 10 April 2026

LTS Dibangun Untuk Penerangan Sejumlah Rumah Warga di Sumbul

- Minggu, 23 Februari 2014 21:43 WIB
1.060 view
LTS Dibangun Untuk Penerangan Sejumlah Rumah Warga di Sumbul
SIB/Edison Parulian Malau
Keluarga Manihuruk/Br Lumbangaol, saat memberikan keterangan kepada wartawan, sehubungan dengan pemasangan Listrik Tenaga Surya ke rumahnya, Selasa (18/2)
Sidikalang (SIB)- “Beginilah nasib kami semua orang kampung-kampung ini. Apapun yang hadir dengan nama pembangunan, kami terima sesuai dengan apa yang disampaikan para petugas yang melaksanakan. Kalau pembangunan itu disebut dari seseorang caleg, itulah yang kami ketahui.”

Demikian pengakuan para warga dusun Horas, desa Dolok Tolong, Kecamatan Sumbul, Dairi, sesaat melihat bahwa Pembangunan Listrik Tenaga Surya (LTS) yang mereka terima tercantum dalam APBD Dairi, TA 2013.

Salah seorang warga bermarga Manihuruk/Br Lumbangaol mewakili warga lainnya, mengaku kepada SIB, Selasa (18/2), bahwa hal itu disampaikan seorang oknum calon legislatif (Caleg) saat kunjungan kerja (Kunker) Bupati Dairi. “Saat itu Caleg itu mengatakan bisa mengusahakan rumah kami mendapat LTS, atas usulan dia. Kami tidak mengetahui secara pasti, bahwa itu bersumber dari APBD. Saat LTS dipasang, kami hanya memberikan uang makan mereka sebesar Rp. 150 ribu,” ujar Manihuruk mengakui seraya menyebutkan tidak ada mengatakan bahwa LTS dari salah satu partai tertentu.

Ditambahkan Manihuruk, keluarganya juga salah satu korban pendataan bedah rumah tahun 2013 yang silam. Mereka juga sudah terdata dan telah diambil gambar rumahnya, namun hingga kini belum menerima apapun dari sipendata. “Katanya akan segera cair. Rumah kami ini sudah difoto, tapi sampai saat ini belum realisasi,” tambahnya.

“Untuk kita ketahui bersama, pembangunan LTS, di Dolok Tolong, Sumbul, Dairi, sebanyak 10 unit dengan besar dana per unit RP. 9.170.000,-, tertera pada  APBD dengan Kode Rekening: 2.03.2.03.01.17.04.5.2.2.23.01, sebesar Rp. 91.700.000,-”

Pantauan SIB di dusun Horas, dusun tersebut dihuni oleh 13 Kepala Keluarga (KK). Dusun Horas merupakan dusun yang pertama sekali ada sebelum perkampungan yang ada di jalan kabupaten (lintasan Tanjung Beringin-Juma Ramba) saat ini, lebih kurang 40 tahun yang lalu. Hingga kini, belum terlihat tanda-tanda akan masuk aliran listrik Negara (PLN). Selain membutuhkan penerangan, warga disana juga membutuhkan sarana air bersih.

(B4/c)

SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru