Tobasa (SIB)- Nasib warga penderita kusta yang menghuni Huta Salem Sintong Marnipi Kecamatan Laguboti Toba Samosir terkatung-katung. Pasalnya tahun 2014 ini penghuni Huta Salem tidak lagi menerima bantuan sebagaimana mereka terima setiap bulannya.
Mewakili penghuni Huta Salem Laguboti di antaranya, Antonius Manurung, Samsul, Manap, Syaripuddin, Henri Hasibuan, Salim dan M Sihombing kepada SIB Sabtu (22/2) menyebutkan, sejak peralihan Rumah Sakit Kusta yang dulunya UPT Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Utara ke Dinas Sosial Provinsi terhitung Januari 2014, penghuni Huta Salem yang merupakan penderita kusta tidak lagi menerima bantuan Sembako seperti beras 15 Kg/jiwa/bulan, gula 1,5 Kg, minyak makan 1 Kg, daging 1 Kg, ikan basah, ikan asin, ikan teri masing-masing,1 kg/jiwa, telor 15 butir dan 2 kaleng susu kental.
"Baru tanggal 23 Januari kemarin diberikan bantuan kepada kita dari Dinas Sosial Provinsi yang diberikan bapak Pasaribu dan itupun tidak penuh seperti saat RS Kusta Huta Salem ini dikelola Dinas Kesehatan," sebut Samsul.
Begitu juga dengan obat-obatan, tambah Samsul, tidak ada lagi. Padahal penghuni di sini masih sangat membutuhkan obat-obatan,walaupun sudah banyak yang sembuh. Namun kenyataannya, rumah sakit yang adapun sekarang sudah tutup karena ketiadaan obat-obatan dan juga tenaga medis.
"Dokter pun sudah tak ada. Begitu juga dengan tenaga perawat dan pegawai karena setelah dialihkan dari Dinas Kesehatan Provinsi ke Dinas Sosial, dokter yang bertugas di sini sudah tidak masuk lagi," sebut Samsul, penghuni yang sudah dirawat sejak tahun 1999 ini.
Dulunya, tambah Hendri Hasibuan sewaktu RS Kusta ini masih dikelola Dinas Kesehatan dan dokter serta pegawainya masih ada, para penghuni Huta Salem yang sudah sembuh masih diberdayakan sebagai pegawai harian lepas baik untuk memasak, membersihkan taman dan ikut merawat pasien lainnya.
Namun sekarang aktivitas Rumah Sakit sudah tidak ada, begitu juga dengan obat-obatan. Kejelasan bantuanpun tidak jelas. " Kalau memang Dinas Sosial tidak mampu, lebih baik dikembalikan saja pengelolaannya ke Dinas Kesehatan karena saat dikelola UPT Dinas kesehatan Provinsi Sumatera Utara bantuan pasti, begitu juga dengan ketersediaan dokter dan obat-obatan," sebut Hendri.
Keluhan telah disampaikan para penghuni Huta Salem kepada anggota DPR RI Saidi Butarbutar yang mengunjungi mereka beberapa waktu yang lalu. Kepada anggota DPR, mereka minta agar bantuan khususnya obat-obatan direalisasikan pemerintah.
Sejak peralihan pengelolaan dari Dinas Kesehatan ke Dinas Sosial, penderita kusta di Huta Salem terkesan "terabaikan".
Begitu juga dengan sosialisasi pemerintah agar para penderita kusta yang telah sembuh tidak dikucilkan masyarakat.
“Hal itu juga kita alami sampai sekarang. Seperti naik angkutan, kita tidak dinaikkan kalau mereka tahu penderita penyakit kusta, walaupun kita sebenarnya sudah sembuh.
Hal itu juga dialami anak-anak kita, mereka juga tidak diterima di sekolah di dekat daerah ini jika mereka tahu orang tuanya penderita penyakit kusta,†kata Samsul. (F1/d)