Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Jumat, 10 April 2026

Kemarau Panjang di Sergai, Ribuan Hektar Tanaman Padi Terancam Gagal Panen

- Selasa, 25 Februari 2014 12:41 WIB
944 view
Kemarau Panjang di Sergai, Ribuan Hektar Tanaman Padi Terancam Gagal Panen
SIB/Henderson Manullang
Kekeringan : Julianto Irwansyah Silitonga petani Desa Tebing Tinggi kecamatan Tanjung Beringin Sergai sedang memperlihatkan padi di sawahnya yang mengalami kekeringan.
Sei Rampah (SIB)- Sedikitnya 2000 hektare  tanaman padi di empat kecamatan di Kabupaten Sergai mengalami kekeringan  akibat kemarau panjang membuat tanaman padi terancam gagal panen.

Faktor penyebab lainnya adalah jebolnya tanggul tidak kunjung diperbaiki dan di bagian hulu saling berebutan air hingga aliran air tidak sampai ke hilir.

Menurut data diperoleh di Dinas Pertanian dan Peternakan Sergai  di kecamatan Sei Bamban mengalami kekeringan  1295 Ha  diantaranya di Desa Bakaran Batu 435 Ha, Desa Sei Bamban 175 H, Desa Suka Damai 250 Ha, Desa Pon 85 Ha, Desa Gempolan 150 Ha, Desa Sei Belutu 100 Ha, Desa Sei Buluh 50 Ha, Desa Penggalangan 50 Ha.

Di Kecamatan Bandar Khalipah terdapat 161Ha diantaranya di Desa Bandar Kalifah 101 Ha dan Desa Sei Sarimah 60 Ha.  Di Kecamatan Tanjung Beringin diperkirakan  mencapai 700 Ha  dianataranya Desa Tebing Tingi  450 Ha dan 250 Ha lainnya di Kecamatan Pematang Torang dan Pematang Cermai.

Menurut  Julianto Irwansyah Silitonga salah seorang petani Desa Tebing Tinggi mengatakan tanaman padi kekeringan selain disebabkan kemarau panjang juga disebabkan tidak masuknya aliran air sungai Sei Sibaro  ke persawahan  karena saling bendung air di hulu dan bendungan rusak berat.

Tanaman padi  sekitar 450 Ha sangat butuh air, petugas P3A, GP3A dan IP3A setempat kurang peduli dan tidak turun ke lapangan,”kami minta Bupati Sergai mau turun tangan  untuk mengetahui kondisi  yang dialami petani saat ini,” harap Julianto.

Kadis Pertanian dan Peternakan Sergai Ir H Syafarudin mengatakan,  selain kemarau panjang  tanaman padi  mengalami kekeringan  juga akibat rusak atau  jebolnya tanggul sungai sehingga debit air secara drastis menurun.

” Kita juga sudah turun ke lokasi melihat kejadian  dan akan berkordinasi dengan pihak PSDA agar secepatnya tanggul diperbaiki sehingga kebutuhan air di Desa itu dapat berjalan lancar sebagai mana biasanya", imbuh Safaruddin.(A30/w)
 
 
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru