Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Jumat, 10 April 2026

Tanggap Darurat Sinabung Diperpanjang, Pengungsi 15.873 Jiwa

- Selasa, 04 Maret 2014 12:02 WIB
837 view
Tanggap Darurat  Sinabung Diperpanjang, Pengungsi 15.873 Jiwa
Tanah Karo (SIB)- Gunung Sinabung masih menunjukkan aktivitas tinggi sehingga Pemkab Karo memperpanjang masa tanggap darurat hingga 8 Maret 2014. Perpanjangan tanggap darurat itu berdasarkan rekomendasi dari Badan Geologi kementerian ESDM RI nomor : 764/45/BGL.V/2014, tanggal 28 Februari 2014, perihal perkembangan gunung sinabung status Awas (Level IV) hingga 28 Februari 2014.

Sekretaris tim tanggap darurat erupsi Gunung Sinabung, Syukur Timotius Tarigan, SH kepada wartawan, Senin (3/3/2014) mengatakan,  status tanggap darurat Gunung Sinabung diperpanjang dengan surat keputusan Bupati Karo nomor : 361/059/BPBD/2014, tanggal 1 Maret 2014, tentang penetapan perpanjangan status tanggap darurat bencana erupsi Gunung Sinabung Kabupaten Karo tahun 2014.

Menurutnya, Badan Geologi merekomendasikan masyarakat dan pengunjung/wisatawan tidak mendaki dan melaksanakan aktivitas pada radius 5 kilometer dari kawah Gunung Sinabung.

Disebutkan, warga di radius 5 kilometer yang berada di 14 Desa dan 2 Dusun yang tersebar dalam 4 kecamatan yaitu Kecamatan Tiganderket meliputi Desa Mardingding dan Perbaji, Kecamatan Payung meliputi Desa Selandi, Sukameriah dan Gurukinayan, Kecamatan Simpang Empat meliputi Desa Berastepu, Dusun Sibintun dan Desa Gamber, Kecamatan Naman Teran meliputi, Desa Bekerah, Simacem, Sukanalu, Kuta Tonggal, Sigarang-garang, Kuta Rayat, Kuta Gugung dan Dusun Lau Kawar, agar tetap diungsikan.

Sedangkan masyarakat yang tinggal di luar radius 5 kilometer dari kawah Gunung Sinabung, kecuali Desa Kuta Tengah Kecamatan Simpang Empat dapat kembali ke tempat tinggal masing-masing dan beraktivitas di luar radius 5 kilometer dari kawah Gunung Sinabung. Walaupun pihak Badan Geologi hanya merekomendasikan 14 Desa ditambah satu Desa dan 2 Dusun agar tetap mengungsi, namun Pemkab Karo juga merekomendasikan warga Desa Kebayaken Kecamatan Simpang Empat tetap berada di pengungsian, mengingat akses keluar masuk Desa harus melalui zona berbahaya di dalam radius 5 kilometer.

Jika terjadi hujan abu masyarakat untuk diam di dalam rumah, dan apabila berada di luar rumah di sarankan memakai masker, penutup hidung dan mulut serta pelindung mata.

Juga disebutkan, bagi atap rumah masyarakat yang terkena dampak dari hujan abu vulkanik tebal agar segera membersihkan atap bangunan untuk mencegah robohnya atap akibat karena berat. Sehubungan dengan masih adanya potensi terjadinya hujan maka masyarakat yang bermukim dekat sungai-sungai yang berhulu di Gunung Sinabung agar tetap waspada ancaman lahar dingin.

Lebih lanjut dikatakan,  berdasarkan hasil pemantauan yang dilakukan oleh pihak PVBMG Badan Geologi, aktivitas Gunung Sinabung masih tetap tinggi dengan gempa tremor terus menerus dan guguran lava pijar puluhan kali hingga ratusan kali perhari. Sedangkan erupsi dan luncuran awan panas masih juga terjadi walaupun intensitasnya sudah menurun.

15.873 Warga Masih Mengungsi

Sementara data yang diperoleh dari Media Centre Posko Utama Penanganan tanggap darurat erupsi Gunung Sinabung, hingga Senin sore (3/3)  15.873  jiwa (5.002 KK) masih mengungsi di 33 titik posko pengungsian.

Pengungsi tersebut berasal dari 4 Kecamatan yaitu Kecamatan Payung meliputi Desa Gurukinayan, Selandi dan Sukameriah. Kecamatan Simpang Empat meliputi Desa Berastepu,  Dusun Sibintun, Desa Gamber dan Desa Kuta Tengah. Kecamatan Naman Teran meliputi Dusun Lau Kawar, Desa Bekerah, Desa Simacem, Kutarayat, Sigarang-garang, Kebayaken, Kuta Tonggal, Kuta Gugung dan Sukanalu. Kecamatan Tiganderket meliputi Desa Mardingding dan Perbaji.

Sementara itu warga dari 16 Desa di luar radius 5 kilometer yang sempat mengungsi selama beberapa bulan sekarang ini sudah kembali ke tempat tinggalnya masing-masing. (B1/h)
 

SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru