Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Jumat, 10 April 2026

Sampan Terbalik Saat Menuju Sekolah, Siswi SD Tewas TErapung di Sungai Asahan

- Selasa, 11 Maret 2014 16:21 WIB
419 view
Sampan Terbalik Saat Menuju Sekolah, Siswi SD Tewas TErapung di Sungai Asahan
Simpang Empat (SIB)- Siswi SD yang tenggelam di Sungai Asahan akhirnya ditemukan tewas terapung di pinggiran Sungai, Senin (10/3). Pasca rusaknya infrastruktur jalan di Desa Sei Dua Hulu, Kecamatan Simpang Empat, Asahan, anak-anak di Dusun XIII desa itu, berangkat ke sekolah diantar menggunakan perahu kecil.

Saat kejadian, Sabtu (8/3) sekira pukul 07.00 WIB, Usnal (10), Dahlia (7), Intan (10), Nanda Rizky alias Kiki (7), Shinta (7), Maya (7), menumpang perahu kecil yang dinakhodai Nurlela diantar ke sekolah mereka di Dusun I Desa Sei Dua Hulu.

Pagi itu Sungai Asahan diselimuti kabut asap tebal sehingga jarak pandang terbatas, ditambah lagi derasnya arus sungai meningkatkan kewaspadaan bagi yang melintasi sungai.

Dalam perjalanan perahu terbalik diduga tertabrak tunggul pohon sagu. Dua pelajar Shinta dan Maya tenggelam ke dalam sungai, sedangkan lima penumpang termasuk Nurlela selamat.

Warga sekitar beramai-ramai melakukan pencarian dengan menyisir Sungai Asahan. Tak lama berselang, warga berhasil menemukan jasad Shinta  terapung sekira 2 km dari lokasi jatuhnya korban. Bocah perempuan kelas satu SD itu dievakuasi dan dibawa ke rumah orang tuanya dan selanjutnya dimakamkan.

Dua hari upaya pencarian warga atas hilangnya Maya terus berlanjut. Senin (10/3) pagi sekira pukul 07.00 WIB, seorang warga yang hendak memeriksa jaring ikannya di pinggir Sungai Asahan menemukan sesosok mayat bocah perempuan tewas terapung.

Puluhan warga berduyun-duyun mendatangi lokasi tersebut dan mengevakuasi jasad korban. "Korban ditemukan seorang warga penjaring ikan sekitar 200 meter dari lokasi tenggelam. Jasad korban telah dikebumikan tadi pagi,"ujar Asnan pemuda di desa itu menjelaskan kepada SIB via telepon seluler, Senin (10/3/2014).

Asnan menuturkan, pasca bencana banjir yang merendam desa mereka, akses jalan desa sempat terputus. "Dampak banjir kemarin, jalan desa antara Dusun XIII dengan Dusun XI sekira 2 km panjangnya nyaris putus. Kalau hujan turun jalan bergelimang lumpur. Parahnya akses jalur darat menyebabkan warga yang bermukim di sekitar bantaran Sungai Asahan menggunakan perahu mengantarkan anak mereka ke sekolah. Selain dekat juga cepat sampai ke sekolahnya di Dusun I Desa Sei Dua Hulu,"kata Asnan prihatin dan sedih atas peristiwa tewasnya bocah SD di kampungnya.

Kapolsek Simpang Kawat, AKP Edward Hutauruk yang dihubungi SIB, Senin siang, membenarkan warga penjaring ikan menemukan jasad Maya terapung tewas di pinggir Sungai Asahan."Tujuh penumpang enam murid SD dan seorang tekong bernama Nurlela. Penyelidikan sementara akibat tertabrak tunggul pohon sagu yang ada di sungai. Dua tewas,  jasad Shinta  ditemukan pada hari tenggelam dan jasad Maya ditemukan Senin pagi,"kata Edward kepada SIB . (D20/w)

Simak berita lainnya di Harian Umum Sinar Indonesia Baru (SIB). Atau akses melalui http://epaper.hariansib.co/ yang di up-date setiap hari pukul 13.00 WIB.

SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru