Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Senin, 16 Februari 2026

Komisi A DPRD Batubara Minta Dukungan DPRDSU Sikapi Pencemaran Sungai Bejangkar

* Lahan Pertanian Rusak dan Ikan-ikan Bermatian
- Kamis, 27 Agustus 2015 19:14 WIB
458 view
Komisi A DPRD Batubara Minta Dukungan DPRDSU Sikapi Pencemaran Sungai Bejangkar
Medan (SIB)- Komisi A DPRD Batubara  “berguru” ke Komisi D DPRD Sumut dalam menyikapi masalah pencemaran lingkungan Sungai Bejangkar Batubara diduga akibat pembuangan limbah industri di Kabupaten Batubara maupun Kabupaten Simalungun.

Hal itu diungkapkan anggota DPRD Batubara Chairul Bariah kepada wartawan, Rabu (26/8) di DPRD Sumut seusai bertemu Komisi D DPRD Sumut bersama rombongan DPRD Batubara yang dipimpin ketuanya Selamat Arifin SE didampingi Ketua Komisi A  Nafiar SPd MSi, Wakil Ketua Arisman Simbolon, Sekretaris Sarianto Damanik, Syafii, Ponirin, Ruslan SH, Suryadi, Muchsin, Ismar Komri SS, Ali Muchtar, pejabat BLH Batubara yang diterima ketua, wakil ketua dan anggota Komisi D DPRD Sumut  Mustofawiyah Sitompul HM Nezar Djoely, Drs Baskami Gintings, Ir Astrayuda Bangun, H Wagirin Arman, Ir Yantoni Purba MM.

Ditambahkan Chairul Bariah dan Nafiar, pihaknya juga butuh dukungan dari DPRD Sumut, karena penyelesaian masalah tidak lagi bisa dilakukan hanya di tingkat daerah, sebab pencemaran sungai diduga kuat akibat pembuangan limbah industri yang ada di Batubara dan juga Simalungun.

“Kami berharap kita semua bersama-sama menyelematkan ancaman besar ini, karena akibat pencemaran tersebut tanaman-tanaman petani dan juga ikan sudah bermatian. Masyarakat semakin resah, karena tingkat pencemaran sudah sangat membahayakan," tambah Nafiar.

Diungkapkannya, masyarakat desa terutama di Desa Salam I, Desa Perkebunan Sungai Bejangkar sangat terpukul dan masa depan pertaniannya terancam lumpuh total. Selain tanaman padi dan palawija lainnya  mati sebelum panen, ikan-ikan juga telah bermatian, bahkan penyakit gatal-gatal menyerang warga jika mandi di Sungai Bejangkar.

Melihat kondisi di lapangan, menurutnya, penyelamatan lingkungan di Batubara dari pencemaran seharusnya dilakukan bersifat sangat mendesak, tidak menunggu waktu berlama-lama lagi.

Di bagian lain, Nafiar juga menyebutkan, persoalan jalan  mengalami kerusakan parah akibat truk-truk yang over tonase, terutama jalan sepanjang desa sekitar Sungai Bejangkar ke Tinjauan. "Kami berharap, semua persoalan yang mendera masyarakat ini bisa ditemukan jalan keluarnya dari hasil pertemuan dengan Komisi D DPRD Sumut," kata Nafiar.

Dalam pertemuan itu, Mustofawiyah selaku ketua komisi berjanji akan segera turun ke Batubara dan langsung mengadakan pertemuan menyelesaikan persoalan bersama pihak yang dianggap terlibat atau terkait dalam persoalan mendera rakyat Batubara. "BLH Batubara maupun BLH Provinsi akan hadir membicarakan jalan keluar terhadap permasalahan," katanya. (A03/q)
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru