Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Senin, 16 Februari 2026

Perayaan HUT ke-70 RI di Pahae Dimeriahkan Tari Kolosal “Tumba”

- Jumat, 28 Agustus 2015 23:28 WIB
1.049 view
Perayaan HUT ke-70 RI di Pahae Dimeriahkan Tari Kolosal “Tumba”
SIB/Dok
Dari kiri ke kanan, JPH Sitompul, Sasmiduk Situmeang (Camat), Rio Panggabean (anggota DPRD), Iptu Joko Sutanto, Serka TNI Oloan Siahaan foto bersama dengan latar belakang penampilan drumband SMPN 1 Purbatua, Senin (17/8).
Bandung (SIB) - Upacara HUT ke- 70  RI di Pahae, sangat meriah. Siswa / siswi SD, SMP, dan SMA dalam perayaan tersebut  antusias menampilkan budaya Tapanuli  “martumba” disaksikan ribuan penduduk tua dan muda, bahkan anak kecil berbondong-bondong memadati tempat upacara di Lapangan Huta Mangga  tepi barat Sungai Sigeaon.

Pada acara pengibaran bendera, bertindak menjadi Inspektur Upacara Camat  Kecamatan Purbatua Sasmiduk Situmeang, membacakan teks Proklamasi, Rio Panggabean (anggota DRR-D Taput) dan   membacakan doa, Hamdan  Sihombing, tampak duduk di bangku kehormatan  JPH Sitompul, Saul P. Sitompul  (advokat), Samsudin L. Saragi SPd (Kepala SMPN 1 Prubatua), Ganda NT  Sitompul (pengusaha), Boston Sitompul, dr Rustam Simbolon (Kepala Kesehatan Purbatua),  Ir Rintar Sitompul, Serka TNI Oloan Siahaan dan Iptu Joko Sutanto mewakli Danramil dan Kapolsek turut mendampingi Inspektur Upacara.

Wartawan SIB JPH Sitompul yang meliput perayaan tersebut  Senin (17/8)- melaporkan, selain budaya tumba, banyak atraksi dipertontonkan  murid SD, SMP, SMA, dan  penduduk , seperti tortor, lomba tarik tambang, panjat pinang dan sebagainya membuat suasana makin gembira . Tidak sedikit warga kecamatan lain  datang  ke Kecamatan Purbatua hari itu, untuk menyaksikan kegiatan yang digelar termasuk drum-band yang diperagakan siswa-siswi SMPN 1 Purbatua dan SMA Negeri Purbatua. 

Anggota DPRD Taput Rio Panggabean dan Camat  Purbatua, Sasmiduk Situmeang menyebut,  skala prioritas pembangunan di kawasan itu saat ini adalah  pembangunan Bendungan Mabang, untuk mengairi   3.500 hektare sawah   dari  kecamatan Purbatua, Pahae Jae, dan Simangumban. “Kalau ini segera direalisasikan pemerintah,  Pahae akan kembali menjadi lumbung padi”, seperti tahun 1960”, katanya.

Rio juga mengingatkan irigasi yang diprakarsai Menanti Sitompul, mantan Menteri PU. Saat ini di Pahae sedang berlangsung pembangunan proyek panas bumi yang dipusatkan di Silakkitang untuk memenuhi kebutuhan energi listrik di Sumatera.

Sementara Bupati Taput Drs Nikson Nababan dalam sambutannya yang dibacakan Sasmiduk Situmeang mengajak seluruh masyarakat mendukung kepemimpinan Nikson Nababan- Mauliate Simorangkir  mewujudkan visi dan misi membangun Taput  sebagai lumbung pangan dan lumbung sumber daya manusia yang berkualitas serta daerah wisata. Sebab visi misi ini tidak akan tercapai tanpa dukungan  seluruh masyarakat Taput.

Disebutkan Pemkab Taput tahun ini  melaksanakan pemilihan kepala desa secara serentak di 197 desa yakni tanggal 4 Nopember 2015.  Karena itu, dia meminta semua menyukseskan acara tersebut karena merupakan pesta demokrasi bagi rakyat memilih kepala desa yang akuntabel dan berwawasan maju serta mau bekerja keras menuju  perubahan yang lebih baik demi kepentingan rakyat di desa.

“Mari,  bergotong royong  memajukan kabupaten yang sama-sama kita cintai ini  dan menjadikan  Jumat bersih  sebagai budaya. Kita bersama-sama meraih kemajuan dan kesejahteraan, dengan menjauhi “hotel” (hosom, teal, elat, late) dari diri  masing-masing”, ajak bupati.

Dari liputan SIB,  di Desa Pardomuan Janjiangkola Kecamatan Purbatua, pada Selasa (18/8) telah mendaftar Balon (bakal calon) Kepala Desa, Franky Satahi Manguras Sitompul (Ama Kristin), Fauzi Sitompul, dan Tomos Sitompul. Franky yang mempersunting Br Sibuea,  adalah putra Guru TS  Sitompul alias  cucu  Guru Daniel Sitompul. Tidak heran ketiganya bermarga Sitompul sebab penduduk   empat kecamatan di Luat Pahae  bermarga Sitompul.

Di Pahae kini sedang berlangsung pembangunan proyek panas bumi yang dipusatkan di Silakkitang, untuk nantinya memenuhi keperluan energi listrik di Pulau Sumatera. Seperti diberitakan sebelumnya,  panas bumi yang terkandung di Pahae merupakan  panas bumi terbesar di dunia. Semoga bisa menyejahterakan Bangsa Indonesia.  (JPH Sitompul c).



SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru