Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Senin, 16 Februari 2026

Warga Penderita Thalasemia Berharap Bantuan Dermawan Langkat

- Sabtu, 29 Agustus 2015 15:03 WIB
339 view
Warga Penderita Thalasemia Berharap Bantuan Dermawan Langkat
Langkat (SIB)- Warga Dusun II Desa Pasar Rawa Kecamatan Gebang Kabupaten Langkat Sumatera Utara, bernama Mirwan, penderita  thalasemia berharap bantuan dermawan untuk meringankan beban penyakitnya, agar bisa berobat di Medan.

“Kami sangat membutuhkan bantuan buat biaya pengobatan Mirwan,” kata ibu kandungnya Poniah, di kediaman mereka Desa Pasar Rawa Kecamatan Gebang, Jumat (28/8).

Poniah menjelaskan selama 13 tahun Mirwan hidup dalam keadaan tidak sehat karena mengidap penyakit thalesemia yaitu penyakit keturunan yang diturunkan secara autosomal yang sampai saat ini belum juga sembuh.

Di gubuknya yang reot, Poniah menjelaskan anaknya ini sudah sering dibawa berobat ke Puskesmas namun selalu dirujuk ke rumah sakit yang lebih baik lagi di Medan, karena keterbatasan biaya akhirnya Mirwan dibawa pulang, hingga sampai sekarang hanya terbaring di rumahnya saja.

Penyakit  thalasemia yang diderita anaknya ini menurut dokter yang disampaikan kepadanya merupakan salah satu penyakit anemia hemolitik dan merupakan panyakit turunan yang diturunkan secara autosomal.

Dimana menurut data kesehatan  thalasemia dijumpai di Indonesia dan Italia, enam sampai sepuluh dari setiap 100 orang Indonesia membawa gen penyakit ini.
Sebagian besar penderita  thalasemia adalah anak-anak usia 0 hingga 18 tahun seperti yang dialami oleh Mirwan sekarang ini.

Poniah juga mengungkapkan selama ini untuk biaya pengobatan, hanya mengandalkan upah mencuci pakaian dari beberapa orang di desanya, bahkan beberapa waktu lalu, Poniah sudah kehilangan rasa malu sehingga untuk biaya pengobatan anaknya sempat melakukan aksi mengemis ke setiap rumah warga hingga sampai keluar daerah.

Menyangkut bantuan dari pemerintah Kabupaten Langkat sampai saat ini belum menerima bantuan apapun, katanya.

“Belum ada bantuan yang kami terima sama sekali, dan saat dirawat di rumah sakit Adam Malik Medan, pihak rumah sakit pernah memvonis anak saya tidak akan hidup dan bertahan lama,” sambungnya.

Karena itulah semampu dan sekuat tenaga saya mencari uang walau harus mengemis akan ku lakukan untuk mengobatinya, katanya.

Secara terpisah Kepala Puskesmas Gebang Erlina SKM mengatakan pihak Puskesmas sudah menangani penyakit Mirwan ini sejak 6 tahun lalu, bahkan pihaknya sudah berkoordinasi kepada bidan desa dan petugas Pustu, untuk selalu membantu dan memantau kondisi Mirwan.

Sampai sekarang kami selalu memberikan perawatan, baik pelayanan pengobatan, diagnosa serta merujuk untuk dibawa ke rumah sakit Adam Malik Medan karena keterbatasan perlengkapan serta penanganan yang lebih serius lagi, katanya.

“Namun sudah dua kali kami rujuk, keluarga Mirwan selalu membawanya pulang dengan alasan ketiadaan biaya,” katanya lagi. (Ant/d)

SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru