Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Senin, 16 Februari 2026

Pemprov Sumut Berkomitmen Dukung Program SALP di Pakpak Bharat

- Sabtu, 29 Agustus 2015 15:06 WIB
372 view
Pemprov Sumut Berkomitmen Dukung Program SALP di Pakpak Bharat
Medan (SIB)- Pemerintah Provinsi Sumatera Utara berjanji akan berkomitmen dalam mendukung program kemitraan lahan pertanian berkelanjutan atau Sustainable Agriculture Landscape Partnership (SALP) di Kabupaten Pakpak Bharat yang dilaksanakan oleh Conservation International (CI).

"Tentu kita sangat mendukung apalagi ini cocok dengan nawacita yang salah satunya adalah ketahanan pangan," kata Kepala Bappeda Provinsi Sumatra Utara Arsyad Lubis saat dihubungi dari Jakarta, Jumat (28/8).

Bentuk dari dukungan bagi program SALP yang dilaksanakan di Kabupaten Pakpak Bharat yang 80 persen wilayahnya merupakan kawasan hutan tersebut, lanjut Arsyad, nantinya adalah berbasis anggaran.

"Kita akan dukung dari pendanaannya, karena jika kami, dari Bappeda Sumut, bantuannya berbasis anggaran, nanti juga SKPD terkait seperti Pertanian, Perkebunan, Kehutanan dan Peternakan juga nanti akan kita lihat rencana kerja yang bisa berkaitan dengan SALP akan juga diprogramkan," ujar dia.

Menurut Arsyad, program SALP yang dilaksanakan oleh Conservation International (CI) dan didukung oleh Monsanto Indonesia, bermanfaat dan berdampak positif khususnya bagi kalangan petani.

Program kemitraan berkesinambungan di sektor pertanian itu dilaksanakan dengan memberikan bantuan dana, bibit serta pelatihan cara bertani yang baik tanpa merusak lingkungan.

Dirinya juga berharap program SALP ini dapat membantu Sumut meningkatkan produksi pangan dan melindungi alam yang menyediakan udara, air bersih serta flora dan fauna yang akhirnya membentuk ekosistem pertanian dan hutan yang seimbang.

Pasalnya, Arsyad mengemukakan, pada April lalu, Sumut mengalami inflasi tertinggi yang dipengaruhi harga komoditas hasil pertanian.

"Untuk mengatasi hal itu, salah satu caranya yakni upaya intensifikasi hasil produksi pertanian. Namun demikian, ujarnya, peningkatan produksi jangan sampai merusak alam, apalagi mengingat kawasan hutan di Sumut mencapai 3,7 juta hektare," tuturnya. (Ant/y)
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru